98 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Situbondo Belum Divaksin

0
80
bhasafm
Seorang siswa sedang divaksin (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bupati Situbondo, Karna Suswandi menghadiri pencanangan vaksinasi bagi kalangan pelajar di aula SMA Negeri 2 Situbondo, Senin pagi kemarin. Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna itu mengaku sangat mengapresiasi adanya vaksinasi massal tersebut, mengingat vaksin menjadi salah satu cara membendung penyebaran Covid-19.

Bung Karna menjelaskan, kasus kematian pasien Covid-19 tertinggi di Situbondo karena mayoritas pasien belum divaksin. Sesuai data Satgas, dari 505 pasien Covid-19 meninggal di Situbondo, sebanyak 494 pasien diantaranya masih belum divaksin.  Dengan begitu, ada sekitar 98 persen pasien Covid-19 meninggal belum divaksin.

bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suswandi menemui pelajar yang sedang mengikuti pencanangan vaksin di SMAN 2 Situbondo (Foto: Zaini Zain)

“Ada 11 pasien sudah divaksin dan terpapar virus Corona juga meninggal atau sekitar 2 persen dari jumlah total pasien meninggal. Umumnya, pasien ini memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” terangnya, Senin, 26 Juli 2021.

Bung Karna menambahkan, vaksin itu membentuk kekebalan tubuh untuk membentengi masyarakat dari ancaman virus Corona. Kalaupun ada warga sudah divaksin dan ternyata masih terpapar Covid-19, biasanya akan lebih mudah disembuhkan.

Bung Karna berharap para pelajar menjadi penggerak menyukseskan pelaksanaan vaksin di Situbondo. Sebab program vaksin tersebut untuk melindungi masyarakat menjadi herd immunity atau kekebalan kelompok.

BACA JUGA :  Persiapkan Kemampuan Atlet Jelang Porprov, KONI Latih 62 Pelatih Dari 30 Cabang Olahraga

Hingga kini, belum ditemukan obat virus Corona.  Salah satu cara membentengi masyarakat dari ancaman virus Corona adalah vaksin. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu takut divaksin, karena vaksin tidak untuk mencelakai masyarakat. Pemerintah menyiapkan vaksin karena ingin melindungi  masyarakat dari virus Corona.

“Tolong teman-teman media kami dibantu menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa vaksin itu tidak berbahaya. Masyarakat harus menyampaikan secara jujur saat ditanyakan kesehatannya sebelum divaksin,” ujarnya.

Bung Karna menambahkan, saat ini pencapaian vaksin di Situbondo masih sangat rendah. Baru ada 5 persen masyarakat selesai vaksin dosis II dan sekitar 11 persen masyarakat selesai vaksin  dosis I. Karena itu, para pelajar yang sudah divaksin, agar ikut membantu pemerintah menyukseskan program vaksin, setidaknya menginformasikan kepada keluarga maupun warga di lingkungannya.

“Nanti, adik-adik kalau sudah pulang ke rumah, tolong informasikan manfaat vaksin kepada keluarga dan tetangga. Adik-adik pelajar harus jadi pioner program vaksin di masyarakat. Masyarakat yang sudah divaksin dan masih terpapar Corona akan lebih besar potensinya untuk sembuh,” pungkasya.

Reporter: Zaini Zain