Anggota Dewan Geram, Baru Empat Tahun Dipakai CT Scan Seharga 9 Miliar di RSAR Sudah Rusak

0
456
Bhasafm
Inspeksi Mendadak: Komisi IV DPRD Situbondo Geram saaat sidak ke RSAR Situbondo (ist)

Situbondo- Komisi IV DPRD Situbondo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo, menyusul adanya keluhan masyarakat yang merasa kesulitan melakukan CT Scan. Anggota dewan geram setelah mengetahui alat medis CT Scan dibiarkan rusak.

Padahal, pengadaaan CT Scan itu menghabiskan uang sebesar 9 miliar. Tak hanya itu, rusaknya alat medis tersebut menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan biaya besar melakukan CT Scan ke rumah sakit di Jember.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Fahrudi Apriawan, menyayangkan rusaknya alat medis CT Scan di Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo. Selain terkesan dibiarkan begitu saja, pengadaan alat medis tersebut sebenarnya terbilang baru yaitu 2016 silam.

“Pengadaan CT Scan itu baru 2016 silam. Saya heran baru empat tahun dipakai tapi sudah rusak, padahal harganya sangat mahal sekali yaitu Rp. 9 miliar,” ujarnya, Selasa, 23 Februari 2021.

Menurut Fahrudi, Komisi IV langsung melakukan sidak ke rumah sakit milik pemerintah itu setelah menerima keluhan masyarakat. Para pasien mengaku kecewa karena tak bisa melakukan CT Scan di Situbondo. Sebab melakukan CT Scan ke Jember membutuhkan biaya cukup besar.

BACA JUGA :  Puluhan Knalpot Brong Hasil Operasi Balap Liar Dimusnahkan

“Banyak masyarakat kecewa rusaknya CT Scan itu. Harus segera diperbaiki bukan dibiarkan begitu saja karena rumah sakit itu salah satu tempat pelayanan public,” ujarnya.

Fahrudi menambahkan, dirinya sudah menanyakan biaya perbaikan CT Scan kepada pihak rumah sakit dan ternyata cukup mahal juga. Untuk biaya perbaikannya sekitar 750 juta.  Karena itu, ia meminta pihak rumah sakit segera menganggarkan melalui APBD atau menggunakan keuangan rumah sakit sendiri.

“Kami kebetulan juga di Banggar dan sebentar lagi akan membahas APBD bersama Bupati yang baru, jadi tolong dianggarkan kalau pihak rumah sakit tak bisa memperbaikinya. Tapi tolong diingat, fasilitas itu harus dijaga dan dirawat agar tak cepat rusak,” ujar politisi PPP tersebut.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah,  Direktur Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem  Situbondo, Tony Wahyudi, kepada wartawan mengatakan, CT Scan rusak sejak Mei 2020. Alat medis CT Scan berfungsi untuk merekam seluruh bagian tubuh pasien dari berbagai sudut.

“Sebetulnya kami  sudah mau menganggarkan perbaikan, tapi gak nutut kalau di APBD Induk 2021. Sekarang sudah ada jaminan dari DPRD maka akan kami usulkan anggaran perbaikannya,” Terangnya.

Reporter: Zaini Zain