Anggota Komisi E DPRD Jatim Nilai Program OPOP Belum Tersosialisasi Keseluruh Pesantren

0
83
bhasafm
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zainiye ( foto : zaini zain )

Situbondo-Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye, mempertanyakan penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk sosialisasi program OPOP atau One Pesantren One Product. Pasalnya, tidak semua pesantren ternyata tahu ada program tersebut.

Menurut Zeiniye, program OPOP itu sangat strategis karena ingin menghidupkan perekonomian pesantren. Namun faktanya, banyak pondok pesantren tidak tahu adanya program tersebut.

“Hasil reses di Situbondo dan Bondowoso banyak pesantren tidak tahu ada program itu. Lalu kemana anggaran sosialisasinya yang infonya mencapai miliaran rupiah?” Tanya Zeiniye yang juga Ketua DPC PPP Situbondo.

BACA JUGA :  Belasan Ribu Santri Ponpes Sukorejo Segera Divaksin

Zeiniye menambahkan, program OPOP itu merupakan salah satu program unggulan Pemprov Jawa Timur. Program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekonomi berbasis pesantren.

“Memang ada beberapa pesantren tahu program itu dari medsos, tapi tidak ada penjelasan bagaimana cara mendapatkannya OPOP,” tuturnya.

Reporter : Zaini Zain