Antisipasi Banjir Bandang, Bupati Dadang Wigiarto Datangi Bendungan Sampean Baru

0
212
BhasaFM
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Ancaman banjir bandang sepertinya masih menghantui warga bantaran sungai di Situbondo. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir bandang, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto berkunjung ke Balai Besar Bendungan Sampean Baru di Kabupaten Bondowoso, sore kemarin (26/12).

Bupati Dadang Wigiarto tidak datang sendirian, melainkan didampingi Wakil Bupati Yoyok Mulyadi, Forkopimda serta Kepala Dinas PUPR dan Kepala BPBD Situbondo. Bupati Dadang bersama rombongan ditemui Kepala Seksi Operasi UPT BSDA Bondowoso, Irma Enggarwati.

Menurut Bupati Dadang Wigiarto,  dirinya berkunjung Balai Besar Bendungan Sampean Baru Bondowoso, untuk memperkuat komunikasi mengingat akhir-akhir ini bencana alam terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Dadang mengaku, Kabupaten Situbondo termasuk salah satu daerah rawan bencana banjir. Saat ini kata Dadang, Pemkab Situbondo serius menata manajemen untuk mengantisipasi bencana banjir.

Dadang menambahkan, pihaknya ingin memastikan agar pihak Balai Besar Bendungan Sampean Baru selalu berkoordinasi perkembangan debit air melalui Dinas PUPR dan BPBD.  Dengan demikian, Pemkab Situbondo bisa mengambil langkah taktis menanggulangi bencana.

Bupati juga mengingatkan, agar pembukaan pintu air dilakukan sesuai SOP, sehingga tak menimbulkan banjir bandang di Situbondo. Kalau pun terjadi banjir karena debit air sudah tak terbendung, tidak sampai menimbulkan kerusakan infrastruktur maupun jatuhnya korban jiwa.

BACA JUGA :  Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok Akan Terima Bantuan Rp 900 Ribu

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi UPT BSDA Bondowoso, Irma Enggarwati, mengatakan, pihaknya pasti akan selalu menginformasi perkembangan debit air di bendungan sampean baru. Irma mengaku, biasanya intensitas curah hujan akan tinggi sekitar bulan Januari dan pebruari 2019 mendatang.

Irma menegaskan, pembukaan pintu air  di bendungan sampean baru selalu dilakukan sesuai SOP. Di bendungan ada 7 pintu yaitu satu pintu otomatis serta enam pintu di buka manual.  pembukaan enam pintu tersebut dilakukan secara bertahap jika elevasi air sudah di atas 120 centimeter.

Menurut Irma, pembuangan air dari bendungan di alirkan melalui 10 anak sungai di hilir. Dari 10 anak sungai itu ada dua anak sungai jadi penyumbang debit air terbesar yaitu kali Geluncoang dan kali Kokap. Dua anak sungai tersebut tak bisa dikendalikan dari bendungan sampean baru. Sebab jika debit air di dua sungai itu juga besar, pasti akan berdampak besarnya debit air ke Situbondo.