25 C
Situbondo
Sabtu, Oktober 1, 2022

Arumanis, Jajanan Anak Tempo Dulu Hingga Kini

Situbondo- Waktu anda masih anak-anak pasti mengenal jajanan yang satu ini, jajanan arumanis namanya. Hingga kini, jajanan arumanis masih jadi pavorit anak-anak. Meski sudah mengalami inovasi cara pembuatannya, namun rasanya tetap arumanis.

Kalau terdahulu pembuatan arumanis masih secara manual, kali ini sudah pakai mesin menggunakan tabung gas elpiji. Selain itu, ada inovasi warna dan bungkusnya sehingga terkesan lebih menarik dan modern.

Salah satu penjual Arumanis adalah Abdul Muajis, warga Kecamatan Grati, Kabuaten Pasuruan. Pria 28 itu sudah enam tahun menjadi pedagang arumanis. Ia terbilang sebagai pedagang antar Kabupaten dalam provinsi, karena setiap hari selalu berpindah-pindah tempat dari satu Kabupaten ke Kabupaten lain di Jawa Timur.

“Dimana ada keramaian saya datang. Setelah dari Situbondo saya akan langsung ke Lumajang karena disana ada keramaian juga,” katanya, saat ditemui di acara pawai budaya hari jadi Besuki, Selasa, 13 September 2022.

BACA JUGA :  Pemkab Anggarkan Rp 180 Juta Untuk Bantuan Alat Jemur Tembakau

Menurut Ajis, dirinya punya group WhatsApp, sehingga selalu mendengar di daerah mana ada keramaian. Kalau ada keramaian ia bisa menjual 100 bungkus arumanis. Itu artinya, satu hari ia bisa meraup penghasilan kotor Rp. 1 juta rupiah.

Ajis mengaku, untuk 1 kilogram gula bisa dibuat menjadi 30 sampai 40 bungkus. Setiap bungkusnya dijual seharga Rp. 10 ribu. Kalau dirinya bisa menjual 1000 bungkus, maka penghasilannya bisa mencapai 600 lebih.

“Alhamdulillah, kalau sudah ramai seperti ini penghasilannya lumayan besar,” kata pria dua anak tersebut.
Tak hanya berkeliling di Kabupaten di Jawa Timur, Ajis juga sering berjualan arumanis ke Bali.  Untuk menarik minat anak-anak membeli dagangannya, ia menggunakan bungkus khusus dengan aneka ragam gambar kesukaan anak-anak.

BACA JUGA :  Jadi Pelabuhan Bertaraf Nasional, Komisi III DPRD Situbondo Nilai Pelabuhan Jangkar Potensi PAD

“Paling jauh saya jualan arumanis ke Madura dan Bali. Kalau ke daerah yang jauh saya biasa menginap hingga satu minggu,” katanya.

 

Reporter: Zaini Zain

Related Articles

KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Stay Connected

22,309FansSuka
3,508PengikutMengikuti
20,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles