Aseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

0
40
bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suswandi saat memantau pelaksanaan program KB di klinik NU Bina Jasmani (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Program Keluarga Berencana (KB) dengan aseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), menjadi pilihan warga Situbondo yang ingin mengatur jumlah keturunan. Bahkan Kabupaten Situbondo tertinggi secara nasional untuk cakupan KB MOP atau metode operasi pria dan MOW.

Kali ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemkab Situbondo, kembali menggelar KB gratis di klinik NU Bina Jasmani. Bupati Situbondo Karna Suswandi dan Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Juma’ati memantau langsung pelaksanaan KB tersebut.

Menurut Kepala Dinas DPPKB Situbondo, Imam Gazali, masyarakat cukup antusias setiap ada program KB. Kesadaran masyarakat mengatur jumlah keturunan, sangat mendukung program KB di Situbondo terutama untuk program KB MKJP.

“Program KB MKJP bisa mengatur jarak keturunan. Bagi KB MKJP  MOW dan MOP merupakan program KB jangka panjang bagi masyarakat yang sudah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi,” katanya, Selasa, 28 Sepetember 2021.

BACA JUGA :  Sakit dan Ibu Hami Bisa Perpanjang SIM Dari Rumah

Imam Gazali menambahkan, sejauh ini program KB MOP dan MOW di Situbondo tertinggi secara nasional. Program KB ini merupakan program pemerintah untuk pengendalian pertumbuhan penduduk sehingga angka stunting bisa dikendalikan.

“Untuk saat ini ada sekitar 50 aseptor laki-laki dan perempuan mengikuti program KB ini. Kami akan kembali menggelar program serupa di wilayah barat,”ujarnya.

Lebih jauh Imam Gazali menambahkan, melalui KB MKJP masyarakat dapat mengatur masa kehamilannya, termasuk kalau ingin menghentikan masa kehamilan bagi pasangan yang sudah memiliki dua orang anak.

“Kalau ingin menjaga jarak kehamilan atau ingin menghentikan kehamilan, maka MKJP dengan MOW dan MOP merupakan pilihan yang tepat,”katanya.

Reporter: Zaini Zain