Awi Sugiarto Gantungkan Hidup Dari Mengayuh Becak

0
66
bhasafm
Sepi Penumpang : Awi Sugiarto sedang nunggu penumpang di kawsan stadion depan Kantor DPRD Situbondo ( foto : zaini zain )

Situbondo-Kehadiran mode transportasi modern, menyebabkan becak sebagai mode tranportasi massal mulai tersisih. Sebagian becak juga sudah mulai berubah dilengkapi peralatan mesin. Sudah tidak banyak becak klasik berada di kawasan perkotaan.

Salah satu abang becak yang masih menggunakan becak lama adalah Awi Sugiarto. Pria 73 tahun itu yang hidup sendiri itu ternyata menggantungkan hidupnya dari mengayuh becak.

Menurut Awi, harta paling berharga dalam hidupnya saat ini hanyalah becak gayuh. Awi memang tinggal sendiri dan tak memiliki rumah setelah ditinggal mati sang istri. Sementara dua orang anaknya sudah menikah dan ikut suaminya masing-masing.

BACA JUGA :  Industri Kerajinan Akar Dewa Jati Terpilih Jadi Juara 1 Wirausaha Ekspor di Jatim

“Saya asli kelahiran Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih. Saya menikah  dan tinggal di Kotakan Situbondo. Setelah istri meninggal saya sempat ikut anak ke Sumatera selama dua tahun,” katanya, saat ditemui mangkal di kawasan stadion depan Kantor DPRD Situbondo, Rabu, 17 Maret 2021.

Menurut Awi, dirinya menggantungkan hidup dari penghasilan mengayuh becak. Penghasilannya pas-pasan karena sepi penumpang. Dari mengayuh becak tua seharian, Awi hanya mendapatkan uang 10 ribu sampai 15 ribu.

“Sekarang saya tinggal di rumah orang di jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan Situbondo. Saya disuruh jadi penjaga rumah,” ujarnya dengan suara sendu.

Reporter : Zaini Zain