Situbondo, bhasafm.co.id- Banjir bandang di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merendam seluas 1.336 hektare lahan pertanian dan menyebabkan saluran irigasi terputus. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan perbaikan irigasi mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai dalam tiga hari hingga Senin (26/1/2026).
Untuk memulihkan fungsi irigasi sementara, pemerintah telah memasang 12 buah pipa sepanjang enam meter dengan diameter 20 inci. Kerusakan saluran sepanjang 15 meter tersebut tersebar di delapan desa, mulai dari Desa Gunung Putri hingga Desa Pasir Putih.
Sebanyak 31 personel dikerahkan dengan dukungan satu unit ekskavator, dua unit self loader, serta alat berat lainnya untuk mempercepat pengerjaan. Selain alat berat, 400 lembar sandbag juga digunakan untuk memperkuat struktur bangunan sementara dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Gubernur Khofifah juga mengarahkan tim teknis untuk segera melakukan normalisasi Sungai Lubawang sebagai langkah mitigasi banjir susulan. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi sungai agar potensi bencana di wilayah tersebut dapat ditekan.
Upaya penanganan terpadu ini diharapkan dapat melindungi masyarakat serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Situbondo. Seluruh proses pemulihan suplai air dijadwalkan berlangsung secara intensif hingga kondisi kembali normal.








