Barista Kopi Kayumas Minta Dilibatkan Setiap Ada Event Promosi

0
83
bhasafm
Hariyono, seorang barista kayumas sedang mengolah kopi saat expo batik nusantara di GOR Baluran Situbondo (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pagelaran Expo Batik Nusantara dan IKM sudah ditutup, Rabu malam. Event ini disambut pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, karena selama ini usah mereka pasang surut sejak pandemi Covid-19 melanda.

Tak hanya pengrajin batik, Barista kopi kayumas, Kecamatan Arjasa, meminta Pemkab Situbondo untuk selalu melibatkan semua pelaku UMKM terutama barista setiap  ada event promosi. Sejauh ini, ada kecenderungan hanya barista tertentu diikutsertakan.

Salah seorang barista kopi kayumas, Hariyono, mengatakan bahwa event  seperti expo batik nusantara menjadi ajang promosi bagi produsen kopi. Selama ini, tidak banyak barista kopi dilibatkan setiap ada event di Situbondo maupun ke luar kota.

“Event seperti ini akan membantu para petani dan pelaku industri kopi maupun industri kecil menengah lainnya untuk promosi. Saya mohon agar ada kesempatan yang sama bagi para pedagang berjualan,” katanya, ditemui di acara expo batik nusantara.

Hariyono yang juga owner café Mas Bro di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa mengaku sejak kecil menekuni dunia kopi. Hariyono merupakan generasi ketiga pengelola kebun kopi di Kayumas. Saat ini, ia mengelola lahan seluas 14 hektar kopi organik.

“Saya dari keluarga petani kopi sejak dari kakek, bapak dan sekarang saya yang meneruskan. Mulai mengolah kopi sendiri sejak 2002 silam,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polres Situbondo Amankan Bandar Judi Cap Jie Kie di Kompleks Eks Lokalisasi

Saat ini, Hariyono punya brand sendiri berkat dilatih Bank Jatim.  Setiap produk kopinya diberi brand Mas Bro. Kopi kemasan milik Hariyono sudah laku terjual ke beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan Majalengka. Pernah juga mengekspor kopi kemasan ke Korea.

“Saya dua kali ekspor ke Korea. Sekarang sudah enggak lagi karena  tidak punya jaringan eksportir,” terangnya.

Menurut Hariyono, pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pelaku industri kopi. Kalau sebelum pandemi Hariyono bisa menjual produk kopinya 1 kwintal setiap minggunya, selama pandemi satu bulan baru habis 1 kwintal.

“Ada beberapa jenis kopi produk Mas Bro. Untuk kopi kualitas bagus dan rasanya wine seharga Rp. 100 ribu per 250 gram. Kalau dijual pergelas seharga Rp. 30 ribu,” ujarnya.

Hariyono mengaku siap menjadi pemasok kopi bagi para barista yang ingin membuka café. Semua produknya sudah tersertifikasi dan semuanya organik.

“Bisa, bisa. Kalau mau bikin café kami siap suplay produk kopi dengan sistem jual beli dan kualitasnya pasti kami jamin,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain