Baru di Era Bupati Karna Suswandi Ada Bantuan Pupuk Gratis

0
36
bhasafm
Bupati Situbondo bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan saat mengecek pupuk urea yang akan diberikan kepada petani (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Baru di era Bupati Karna Suswandi, Pemkab Situbondo mengalokasi anggaran bantuan pupuk gratis kepada petani. Pada pemerintahan sebelumnya sempat ada bantuan pupuk organik, namun kurang efektif karena kurang diminati petani.

Penyaluran bantuan pupuk organik hanya dilakukan pada beberapa kelompok petani saja, sedangkan penyaluran bantuan pupuk urea gratis di era Bupati Karna Suswandi merata bagi seluruh petani se Situbondo.

Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 13 miliar lebih untuk pengadaan pupuk urea. Saat ini, sudah ada 1.228 ton pupuk dan siap disalurkan bagi petani kecil pemilik lahan seluas 0,2 hektar sekitar awal Desember 2021 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Situbondo, Hadi Prianto, mengatakan, bahwa bantuan pupuk urea gratis ini sebenarnya sangat bagus. Pemerintah memperhatikan keluhan petani, karena hampir setiap tahun selalu terjadi kelangkaan pupuk.

“Selalu ada kelangkaan pupuk dikeluhkan petani dan itu selalu terjadi setiap tahunnya. Bantuan pupuk gratis ini  diharapkan bisa mengurangi adanya kelangkaan pupuk tadi itu,” katanya, Selasa, 23 November 2021.

Menurut Hadi, Komisi II DPRD Situbondo sudah melakukan sidak ke gudang penyimpanan pupuk dan stoknya masih mencukupi hingga Desember ini. Saat ini stok pupuk bersubsidi di gudang sebanyak 2.700 ton untuk petani di 17 Kecamatan.

“Stok pupuk dipastikan aman. Bahkan kalau dibagikan rata-rata perdesa dengan jumlah 2.700 ton, maka setiap desa bisa mendapat jatah pupuk 13-16 ton,” ujarnya.

BACA JUGA :  Novita, Loper Koran Pertama di Situbondo Gunakan Motor Listrik

Anehnya kata Hadi,  dengan stok pupuk yang ada saat ini , petani  mengeluh kelangkaan pupuk. Oleh karena itu, perlu dicari permasalahan yang sebenarnya, karena stok pupuk ada namun petani mengeluh terjadi kelangkaan pupuk.

“Nanti kita lihat pada penyalurannya mulai dari distributor sampai ke kios dan petani. Karena bisa jadi ada masalah saat penyaluran itu,” terangnya.

Lebih jauh Hadi Prianto menegaskan, bahwa dengan sistem e-RDKK seharusnya kebutuhan pupuk sudah tidak akan ada masalah lagi. Karena melalui e-RDKK tersebut petani bisa menghitung sendiri kebutuhan pupuk yang diperlukan sesuai luas lahan yang dimiliki.  Kebutuhan pupuk yang sudah dilaporkan melalui e-RDKK itu pasti dipenuhi oleh pemerintah, karena patokan penyaluran pupuk bersubsidi adalah data yang disampaikan melalui e-RDKK.

Hadi mengatakan memang ada formulasi pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian. Formulasi pupuk bersubsidi diberikan kepada petani bukan hanya urea, melainkan pupuk berimbang dan komponennya ada pupuk organik, ZA dan SP36, serta Ponska dan pupuk urea.

“Selama ini pupuk bersubsidi yang dibeli petani  mungkin hanya urea dan posnka, sedangkan pupuk lainnya jarang diminati seperti pupuk organik, ZA SP36,” turunya.

Reporter: Zaini Zain