12 Dusun Krisis Air Bersih, PMII Situbondo Nilai Pemkab Tak Punya Skala Prioritas Penanggulangan Kekeringan

0
Bhasafm
Suplai Air Bersih- BPBD Situbondo menyuplai air bersih ke dua dusun di Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang (foto Ist)

Situbondo- Krisis air bersih di Situbondo kian meluas. Saat ini ada ratusan kepala keluarga tersebar di 12 Dusun mengalami krisis air bersih, sejak beberapa pekan terakhir ini. Ironisnya, kejadian semacam ini sudah menjadi pemandangan musiman setiap tahunnya.

Sejumlah pihak menilai Pemkab gagal memenuhi kebutuhan dasar warganya. Selama ini, pencanangan program pembangunan tak memiliki skala prioritas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Ketua PC PMII Situbondo, Faizul Mubarok, Pemkab Situbondo harus menjadikan program prioritas masalah penanggulangan kekeringan ini.  Dengan begitu, setiap tahunnya bisa dilihat progres penanganan daerah kekeringan.

Faizul mengaku prihatin melihat krisis air bersih yang terjadi setiap musim kemarau. Bantuan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) harus diarah ke lokasi terdampak musim kemarau.

“Masalah krisis air bersih musiman ini sebenarnya bisa diatasi. Masalahnya Pemerintah punya kemauan atau tidak menyelesaikannya,” katanya, 13 Oktober 2020.

Faizul menambahkan, masalah krisis air bersih harus ditanggulangi secara bersama-sama baik Pemkab dan Pemerintah Desa. Bantuan Dana Desa  (DD) juga bisa dialokasikan sebagai penopang program pemerintah Kabupaten.

BACA JUGA :  Hormati Hari Santri, Anggota Polisi Pakai Sarung dan Peci

“Misalnya pemerintah ngebor air di lokasi kekeringan, maka anggaran dana desa bisa digunakan untuk pengadaan saluran pipanisasi ke rumah penduduk. Jadi harus bersinergi,” sambungnya.

Lebih jauh Faizul Mubarok menyatakan, kedepan solusi yang konkrit menyelesaikan masalah krisisi air bersih tersebut, karena air bersih menjadi kebutuhan primer masyarakat.

Saat ini, ada 12 Dusun tersebar di enam Desa dan lima Kecamatan mengalami krisis air bersih. Warga di tempat ini kesulitan air karena sumber mata air yang ada sudah mulai mengering akibat musim kemaru.  

BPBD mengirim 5000 bantuan air bersih secara bergantian setiap harinya. Ada 21 titik lokasi distribusi air di 12 Dusun tersebut. Selain menyalurkannya langsung kepada warga, BPBD juga  menyediakan tandon tempat penampungan air bersih.