Anggaran Perlindungan Anak di Situbondo Ternyata Hanya 30 Juta

0
Bhasafm
Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Janur Sastra Ananda, saat ikut melakukan pendampingan trauma healing (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, meminta Pemkab menambah anggaran perlindungan anak, karena anggaran yang tersedia saat ini sangat minim. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Janur Sastra Ananda, saat  ikut melakukan pendampingan trauma healing bagi anak-anak korban penyerangan oknum PSHT.

Menurut Janur, sebagai kabupaten penyandang predikat layak anak, anggaran perlindungan anak di Situbondo sangat miris hanya 30 juta tahun ini. Anggaran sekecil ini tentu sangat tidak sepadan dengan tugas dan tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Kedepan anggaran perlindungan anak harus ditambah mengingat program pendampingan terhadap anak mutlak dan harus dilakukan,” sambungnya, Selasa, 12 Agustus 2020.

BACA JUGA :  Pegawai Dishub Terpapar Corona, 59 Pegawai Langsung Tes Swab

Janur menambahkan, dirinya baru tahu peruntukan anggaran perlidungan anak masih sangat timpang. Padahal, salah satu tugas DP3A adalah melakukan pendampingan terhadap anak untuk kasus-kasus tertentu.

“Seperti sekarang ini DP3A melakukan pendampingan trauma healing bagi 22 anak Desa Kayuputih dan Trebungan. Kalau anggarannya kecil dari mana biaya melakukan pendampingan,” kata Janur yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo.

Janur mengaku, minimnya anggaran perlindungan anak akan menjadi catatan Fraksi Partai Demokrat di DPRD Situbondo. Kedepan perlu adanya penambahan anggaran yang cukup, agar program perlindungan anak lebih optimal.

“Setidaknya ada anggaran yang cukup untuk program-program seperti trauma healing ini,” pungkasnya.