Baru Lima Sekolah Terapkan Belajar Tatap Muka

0

Situbondo- Baru lima sekolah tingkat SLTA di Situbondo menyelenggarakan pendidikan tatap muka. Meski demikian, siswa yang masuk sekolah hanya dibatasi 25 persen. Jika setiap kelas ada 40 orang siswa, maka siswa yang boleh mengikuti pelajaran hanya 10 orang.

Lima sekolah yang mulai menerapkan proses belajar mengajar tatap muka, yaitu SMA Negeri 1 Situbondo. SMA Negeri 2 Situbondo. SMK Negeri 1 Panji, SMK Negeri 2 Situbondo serta SMA Negeri 1 Asembagus.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Sugiyono Eksantoso, dari 16 SMA dan SMK Negeri di Situbondo, baru lima sekolah yang sudah siap menerapkan belajar tatap muka, dengan pembatasan jumlah siswa 25 persen.

Sugiyono menambahkan, selama proses belajar tatap di masa pandemi, antara satu kelas dengan kelas yang lain juga diatur jam masuk sekolah, untuk menghindari terjadinya kerumunan siswa dengan protokol kesehatan Covid yang ketat.

“Karena masih dibatasi 25 persen siswa yang masuk sekolah, maka pihak sekolah menjadwal siswa masuk sekolah bergantian melalui absensi. Misalnya, minggu pertama dari absen nomor 1 sampai nomor 10 dan seterusnya,” kata Sugiyono, Rabu, 09 September 2020.

BACA JUGA :  Ditinggal Jenguk Orang Sakit Rumah Terbakar

Sugiyono menambahkan, siswa yang ingin masuk sekolah harus mendapat ijin orang tua. Jika tidak, maka mereka harus tetap mengikuti proses belajar mengajar secara daring dari rumah. Untuk lima sekolah yang sudah melangsungkan belajar tatap muka, kemungkinan besar akan menambah jumlah siswa yang masuk sekolah menjadi 50 persen. Meski demikian kata Sugiyono, pihak sekolah harus memperketat protokol kesehatan Covid di sekolah, karena pihak sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa.

“Sebenarnya ada beberapa sekolah ingin memulai belajar tatap muka, tapi dibatalkan karena ada beberapa anggota keluarga siswa positif Covid-19,” terangnya.

Lebih jauh Sugiyono menambahkan, kemungkinan dalam waktu dekat akan ada tambahan sekolah akan memulai belajar tatap muka. Pihaknya bersama tim gugus tugas sudah melakukan survey ke sekolah terkait kesiapan penerapan protokol kesehatan Covid.

“Untuk SMAN 1 Panji sudah kita survey. Kemungkinan minggu depan mulai belajar tatap muka dengan batasan jumlah siswa 25 persen,” ujarnya.