Belajar Sabar Dari Kakek Penjual Sate Ayam di Tengah Pandemi Korona

0
Bhasafm
Kipas Sate_ Kakek Salwi (Pak Suwardi) mengaku selalu bersabar meski sepi pembeli di tengah pandemi Korona (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Jika sebagian pedagang mengeluh karena sepinya pembeli di musim pandemi korona, namun hal itu tak berlaku bagi kakek pedagang sate ayam yang satu ini.  Salwi alias pak Suwardi,  mengaku tetap bersyukur karena penghasilannya masih cukup memenuhi biaya hidup.

Kakek berusia 75 tahun itu mengakui, ada penurunan omset penjualan sate ayam sejak adanya wabah Korona. Baginya, penurunan omset tersebut tak jadi masalah, karena penghasilan berjualan sate ayam masih cukup. Kakek Salwi berharap wabah Korona segera selesai, agar perekonomian di masyarakat akan kembali normal.

Kakek Salwi bisa dibilang salah satu pedagang sate ayam tertua di Situbondo. Saat ini, kakek asal Dusun Barat Kebun, Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, berjualan sate di trotoar depan Kantor DPRD. Para penggemar kuliner sate ayam hampir dibilang mengenal namanya, karena sudah hampir setengah abad kakek Salwi berjualan sate ayam.

BACA JUGA :  Polres Situbondo Siap Amankan Kampanye Paslon Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Covid

Sebelumnya, Bhasa pernah mewawancarai story kakek pedagang sate ayam ini, , Sebelum berjualan sate di depan Kantor DPRD, kakek Salwi sempat berpindah-pindah tempat menjajakan sate. Tekun dan selalu bersabar menjadi kunci utama baginya menjalankan profesinya. Meski penghasilannya tak seberapa, namun ia mengaku cukup menghidupi keluarganya.

Menurut Salwi, dirinya sulit meninggalkan pekerjaannya sebagai pedagang sate. Kakek enam cucu itu mengaku berjualan sate sejak masih remaja. Hingga di usianya yang sudah mulai senja, ia tetap menekuni pekerjaannya menjual sate ayam sejak pukul 5 sore hingga pukul 10 malam.