Cegah Money Politik, Bawaslu Situbondo Siapkan Operasi “Tanpa Bayangan” Jelang Pencoblosan

0
Bhasafm
JUMPA PERS: Komisi Bawaslu Situbondo, Ahmad Farid Ma'ruf melakukan jumpa pers terakit patroli money politik (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Badan Pengawas Pemilu Situbondo menyiapkan operasi “tanpa bayangan” untuk mencegah terjadinya praktek money politik menjelang pencoblosan 9 Desember mendatang.

Operasi bersandi “Patroli Money Politik” melibatkan 2.325 orang, untuk memantau kemungkinan terjadinya serangan fajar. Patroli money politik juga melibatkan sentra Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kita kerahkan 1.305 Pengawas TPS dan sisanya para relawan. Mereka akan melakukan pergerakan tanpa bayangan memantau praktek money politik di lapangan,” kata Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Situbondo, Ahmad Farid Ma’ruf, Kamis, 3 Desember 2020.

Menurut Ma’ruf,  Bawaslu bersama sentra Gakkumdu sudah sepakat untuk memaksimalkan patroli money politik, akan melibatkan intel dan agen spionase di berbagai tempat yang biasanya terjadi transaksi money politik. Para spionase akan di sebar untuk melacak informasi awal terjadinya transaksi politik uang.

BACA JUGA :  Edukasi Masyarakat, Polres Situbondo Publikasi Pasien Covid di Tempat Umum

Farid menambahkan, untuk 2.325 orang akan melakukan pemantauan selama 24 jam. Selain itu, patroli money politik juga akan di back up pengawasan berjenjang dari Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Desa.

“Operasi patroli money politik ini mulai dilakukan sejak 8 hingga 9 Desember. Kita proteksi semua tempat berpotensi terjadi praktik politik uang,” katanya.

Lebih jauh Farid Ma’ruf mengatakan, selain melakukan patroli money politik mencegah adanya serangan fajar, Bawaslu Situbondo akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak perbankan. Informasi transaksi keuangan perbankan akan jadi informasi awal Bawaslu melakukan investigasi di lapangan.        

“Besok ya (hari ini, Jum’at, 4 Desember) Bawaslu mengundang perbankan. Ini kita lakukan untuk pencegahan terjadinya politik uang,” ujarnya.