Dapat Pengampunan Pengadilan Arab Saudi, TKW Asal Situbondo Lolos dari Hukuman Mati

0
Bhasafm
Laila, TKW asal Situbondo dibebaskan dari hukuman mati di Arab Saudi tiba di kampung halamannya di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih (Foto Ist)

Situbondo- Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Laila Samran, akhirnya bisa kembali ke rumahnya di  Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, setelah mendapat pengampunan pengadilan Shaqra Arab Saudi.

Wanita berusia 40 tahun itu divonis mati pengadilan Arab Saudi dan sempat menjalani hukuman selama dua tahun penjara. Kedatangan Laila disambut haru pihak keluarga. Laila tak menyangka dirinya akan bisa kembali ke tanah kelahirannya.

Menurut Kepala Desa Sumberanyar, Suharto Binar, semua terharu menyambut kedatangan Laila yang sebelumnya sudah di vonis hukuman mati Pengadilan Shaqra Arab Saudi.

“Tadi siang tiba di rumahnya. Dia (Laila) menangis haru saat menceritakan nasibnya selama di penjara. Sungguh sangat miris saya mendengarnya,” kata Suharto Binar, Jum’at, 20 November 2020.

BACA JUGA :  Hari Pertama Pelipatan Ditemukan 338 Surat Suara Rusak

Suharto menambahkan, Laila sendiri tak menyangka akan mendapat pengampunan dan bisa kembali ke rumahnya.  Bebasnya Laila tentu tidak lepas dari peran serta Kadubes RI.

“Saya sabagai kepala desa menyampaikan terima kasih kepada Kadubes Arab Saudi yang telah membantu proses pemulangan Laila ke kampung halaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menuturkan, berdasarkan data yang diterimanya laila divonis mati pengadilan Shaqra Arab Saudi, karena didakwa memiliki ilmu sihir yang mengakibatkan istri majikan dan anaknya sakit dan salah satunya meninggal dunia.

“Laila divonis mati tahun 2018 silam. Atas perjuangan Kadubes RI Kedubes RI di Jeddah, Laila bebas dari vonis hukuman mati dan langsung dideportasi ke Indonesia,”ujarnya.