Dinas Tanaman Pangan Tak Perbolehkan Distributor Jual Pupuk Paketan

0
Bhasafm
Seorang petani menyemprot tanaman padi di tengah polemik praktek pejualan pupuk paketan di Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), berjanji akan menindak tegas perilaku distributor nakal, yang mengharuskan petani membeli pupuk paketan.

Bagi petani yang ingin membeli satu sak pupuk subsidi di kios, diharuskan membeli lima kilogram pupuk non subsidi. Keharusan tersebut dinilai sangat membebani petani, karena menyebabkan biaya produksi mereka membengkak.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Sentot Sugiyono mengatakan, tidak ada aturan yang memperbolehkan menjual pupuk sistem paketan. Pupuk subsidi memang diperuntukkan bagi petani tanpa syarat apapun, asalkan mereka sudah terdaftar Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

BACA JUGA :  DP3A Observasi 22 Anak di Lokasi Kerusuhan Khawatir Mengalami Trauma

Menurut Sentot, pihaknya sudah memberikan penekanan kepada distributor dan kios, agar tak menjual pupuk non subsidi kepada petani yang sudah terdaftar di e-RDKK. Dalam waktu dekat Sentot mengaku akan mengirimkan surat edaran ke masing-masing kios, agar tak ada lagi sistem pembelian pupuk paketan.

Sentot mengaku, dirinya akan memberi sanksi bagi distrubtor,  jika terbukti menjual pupuk sistem paketan kepada petani. “Kalau benar kios menjual pupuk paketan atas perintah distributor, maka bisa di skorsing dan alokasi pupuknya dikurangi,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2020