Dinkes Himbau Masyarakat Waspada Penyakit Demam Berdarah

0
Bhasafm
Juru bicarra gugus tugas Covid-19 Abu Bakar Abdi (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Petugas medis tampaknya memikul beban paling berat di tengah wabah virus Corona. Selain ditutut bekerja keras mendeteksi penyebaran Covid-19, saat ini wabah demam berdarah juga mengancam warga Situbondo.

Sejak Januati hingga Mei 2020, tercatat 85 orang menderita demam berdarah. Selain menyerang balita dan anak-anak, demam berdarah juga bisa menyerang orang dewasa. Seorang balita dikabarkan meninggal karena terserang demam berdarah, setelah empat hari di rawat di rumah sakit.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Abu Bakar Abdi, penyebaran penyakit demam berdarah melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada penyakit demam berdarah.

BACA JUGA :  Empat Karyawan RSUD Situbondo Reaktif Hasil Rapid Test

Abu Bakar mengaku telah meminta seluruh Puskesmas di Situbondo, agar menggalakkan Gerakan Situbondo Bebas Jentik (Gesit Batik).

Abu Bakar menambahkan, wabah penyakit demam berdarah bisa dicegah melalui perilaku masyarakat sendiri, yaitu menjaga kebersihan lingkungan yang sehat, melalui penerapan 3 M Plus, yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air. Selain itu, masyarakat tidak lupa menggunakan lotion anti nyamuk, terutama pagi hari hingga menjelang siang.