Diperlakukan Kasar Saat Liputan, Jurnalis JTV Laporkan Oknum Pengawal Menteri KKP ke Polisi

0
bhasafm
Inilah gambar kekerasan oknum pengawal Menteri KKP kepada jurnalis JTV (foto repro)

Situbondo-Jurnalis JTV, Andy Nur Cholis  melaporkan oknum pengawal Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono ke Mapolres Situbondo. Andy melaporkan tindakan arogansi oknum pengawal Menteri tersebut saat berkunjung ke budidaya udang vaname di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Selasa kemarin.

Sikap arogansi oknum pengawal menteri terjadi saat Andi sedang menjalankan tugas jurnalistik, yaitu meliput kunjungan Sang Menteri. Tindakan tersebut dinilai telah melecehkan profesi jurnalis, serta diduga melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers.

Menurut Andy Nur Cholis, dirinya melapor polisi setelah mendapatkan rekomendasi dari Ikatan Jurnalis Telivisi Indonesia (IJTI), sebagai induk organisasi para jurnalis televisi. IJTI juga mengutuk keras tindakan arogan oknum pengawal Menteri KKP, karena dinilai telah melecehkan profesi jurnalis.

“Saya melaporkan kasus ini ke Mapolres karena mendapat rekomendasi IJTI untuk menempuh jalur hukum,” katanya ditemui di SPK Polres Situbondo.

Sementara itu, Kabid Hukum dan Advokasi IJTI Tapal Kuda, Kumbang Ari, mengatakan, bahwa tindakan oknum pengawal Menteri itu sangat tidak terpuji. Perbuatan tersebut sebagai bentuk arogansi karena dilakukan di tempat umum.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum pengawal KKP RI tersebut merupakan tindakan yang menciderai profesi jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999,” katanya melalui siaran pers secara tertulis.

BACA JUGA :  TGX Rilis Single Kedua Yang Romantis

Kumbang Ari menegaskan, IJTI meminta Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono turun tangan memberikan teguran dan sanksi kepada oknum pengawalnya yang diduga telah berkelakukan tidak terpuji tersebut. IJTI telah merekomendasi agar melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kami juga sudah melaporkan kejadian ini kepada IJTI Pengda Jawa Timur dan IJTI pusat serta Dewan pers,” sambungnya.

Tindakan  kekerasan yang menimpa jurnalis JTV Andi Nur Cholis, bermula saat meliput kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke lokasi budidaya undang vaname. Saat itu melakukan peliputan tersebut banyak jurnalis dan juru foto berjejer di lokasi.

Oleh Humas KKP para wartawan diminta untuk mundur agar tak menghalangi banner. Andi yang berada di barisan depan meminta orang di belakang disuruh mundur, karena dirinyak tak bisa lagi mendur ke belakang. Saat itulah dua oknum pengawal Menteri datang dan mendorong Andy dengan  emosi.

Kisruh peliputan kunjung Menteri itu dilerai anggota TNI serta para awak media lainnya yang ada dilokasi.  Sayangnya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono enggan memberikan komentar, saat para wartawan hendak melakukan klarifikasi.

Reporter : Zaini Zain