DP3A Observasi 22 Anak di Lokasi Kerusuhan Khawatir Mengalami Trauma

0
Bhasafm
Trauma Healing-DP3A Pemkab Situbondo lakukan observasi puluhan anak korban penyerangan oknum PSHT (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Situbondo, melakukan kegiatan trauma healing  terhadap puluhan anak-anak di lokasi kerusuhan, di  Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran.

DP3A membawa psikolog dan satuan bakti pekerja sosial Kemensos. Ada 22 orang anak dilakukan observasi, karena khawatir mengalami trauma setelah terjadi penyerangan oleh oknum pesilat PSHT, Senin dini hari.

Menurut Kepala Dinas DP3A Pemkab Situbondo, Imam Hidayat, pihaknya berinisiatif melakukan pendampingan terhadap anak-anak, karena khawatir mereka mengalami trauma setelah terjadi penyerangan dan perusakan.

Imam mengaku, peristiwa penyerangan Senin dini hari itu bisa menjadi memori bagi anak, karena saat terjadi pelemparan batu ke rumah warga, anak-anak tersebut sedang tertidur langsung terbangun dalam keadaan menangis.

BACA JUGA :  Dua Civitas Akademic Terpapar Corona, Kampus Unars Ditutup Selama 14 Hari

“Hari kedua pasca kerusuhan kami bawa psikolog kesini untuk memastikan pengaruh peristiwa itu terhadap psikologi anak,” ujar Imam Hidayat, Rabu, 12 Agustus 2020.

Sementara itu, seorang psikolog anak, Laily Abida, mengaku, selama observasi bersama satuan bakti pekerja sosial Kemensos, dirinya lebih banyak menggali informasi dari anak-anak melalui berbagai metode.

“Untuk observasi awal belum menemukan adanya gangguan karena anak-anak masih bisa beraktifitas seperti biasanya, mulai bermain termasuk mengerjakan pelajaran sekolah dari rumah, namun perlu asisment lebih lanjut untuk melihat perkembangan psikologinya,” kata Laliy.

Selain melakukan pendampingan psikologi terhadap anak, secara bersamaan Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada para korban perusakan.