DPMD Segera Panggil Oknum Perangkat dan Kades Tanjung Pecinan Terkait Dugaan Laporan Praktek Pungli

0
BhasaFM
Kepala DPMD Situbondo, Lutfi Joko Prihatin (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, akan memanggil oknum perangkat desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, menyusul adanya laporan dugaan praktek pungli bagi penerima BST atau Bantuan Sosial Tunai.

Kepala Dinas DPMD, Lutfi Joko Prihatin, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tertulis dugaan praktek pungli tersebut. Setelah memanggil oknum perangkat dan kepala desa Tanjung Pecinan, hasilnya akan diserahkan ke inspektorat agar ditindak lanjuti.

Lutfi menambahkan, tidak dibenarkan melakukan pungutan bantuan bagi warga miskin dengan alasan apapun. Siapapun pelakunya harus tetap diproses melalui mekanisme yang berlaku.

“Karena berkaitan dengan pungutan, apapun bentuknya dan siapapun pelakunya harus mempertanggungjawabkan,” terangnya.

BACA JUGA :  Tabrakan Mobil Box Dengan Truk, Satu Meninggal Dua Orang Terluka

Menurut Lutfi, semua bantuan yang berhubungan dengan warga miskin sudah langsung diberikan kepada yang bersangkutan, namun masih tetap ada dugaan praktek pungli. Oleh karena itu, Lutfi berharap kedepan tidak ada laporan lagi laporan serupa.

“Segala macam bantuan sosial baik yang tunai maupun nontunai, dari pusat, Provinsi dan Kabupaten, serta BLT desa, tidak dibenarkan adanya pungutan dengan alasan apapun dan oleh siapapun,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. Komisi I DPRD  Situbondo menerima pengaduaan dugaan praktek pungli (Pungutan Liar) Bantuan Sosial Tunai  (BST), di Desa  Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran.

Dugaan pungli dilaporkan terjadi di empat Dusun dengan jumlah bervariasi, mulai 15 ribu hingga 45 ribu. Konon ada oknum perangkat desa meminta uang kepada penerima bantuan dengan alasan keperluan administrasi.