Dua Sekolah Swasta di Bawah Kemenag Tak Dapat Murid Baru

0
Bhasafm
Kepala Kemenag Situbondo, Misbahul Munir (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Ada dua sekolah swasta di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo terancam ditutup. Pasalnya, dua lembaga tersebut ternyata tak memiliki siswa baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Dua lembaga tersebut yaitu Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Kecamatan Kendit dan Madrasah Aliyah Miftahul Ulum di Kecamatan Jangkar. Bahkan untuk Madrasah Aliyah itu sudah tahun ini tak ada siswa baru mendaftar.

Menurut Kepala Kemenag Situbondo, Misbahul Munir, saat ini ada sekitar 130 MTs dan 100 MA di bawah Kementerian Agama. Dari jumlah tersebut hanya dua lembaga tidak mendapatkan murid baru.

“Informasi secara yang masuk ke kami ada dua lembaga itu. Kami akan segera melakukan evaluasi serta pembinaan untuk Kepala Sekolah dan pengurus Yayasan,” kata Misbahul Munir, Selasa, 21 Juli 2020.

BACA JUGA :  Harus Kenakan Masker Saat Berada di Tempat Umum

Misbahul Munir menambahkan, pihaknya sudah mendatangi MA Miftahul Ulum di Kecamatan Jangkar dan memang benar sudah dua tahun terakhir ini tidak ada murid baru mendaftar. Sesuai ketentuan, jika selama empat tahun berturut-turut  tidak ada murid baru mendaftar, maka Kemenag Situbondo akan mengusulkan untuk ditutup .

“Kami akan lihat pada tahun ketiga dan keempat. Jika tetap tidak ada muridnya kami akan mengusulkan untuk ditutup ke Kemenag Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu, Misbahul Munir mengaku akan mengevaluasi MTs Darul Ulum di Kecamatan Kendit. Kemenag akan memanggil Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan untuk dilakukan pembinaan.

“Akan kami panggil 27 Juli mendatang untuk dilakukan pembinaan, karena di MTs itu baru tahun  ini tidak mendapatkan murid baru,” terangnya.