Dukun Cabul Pemerkosa Pasiennya Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

0
Bhasafm
Dukun Cabul-Kapolres AKBP Sugandi merilis hasil pemeriksaan dukun cabul pemerkosa pasiennya (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, menggelar jumpa pers penangkapan dukun cabul berinisial ARF (40), pemerkosa pasiennya di dalam  kamar hotel dengan modus bisa menyembuhkan penyakit asam lambung yang diderita pasiennya.

Menurut Kapolres AKBP Sugandi, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 285 KUHP subsider Pasal 290 KUHP, tentang pemerkosaan dan tindakan cabul, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kapolres menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku baru satu kali melakukan perbuatan cabul terhadap pasiennya. Kapolres meminta masyarakat melapor jika menjadi korban dukun asal Grujukan Bondowoso itu.

“Pengakuannya baru sekali dan tempat kejadiannya di Situbondo meski tersangka dan korban sama-sama warga Bondowoso,” katanya, Jum’at 07 Agustus 2020.

Kapolres mengaku, bahwa dalam pemeriksaan terungkap jika pasien dan suaminya, merupakan pasien yang sudah cukup lama berobat kepada tersangka.  Tersangka masih belum mengungkap modus memasukan telur ke dalam kemaluan pasiennya tersebut.

BACA JUGA :  Diskusi Sub Rayon Iksass Kanpama

“Kita belum dapat konfirmasi dari mana tersangka ini punya ide memasukan telur karena itu sangat tidak lazim. Kami masih terus kembangkan penyidikan untuk memastikan ada tidak korban lain dukun cabul itu,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. ARF, dukun cabul asal Grujukan Bondowoso itu dibekuk tim gabungan Polres Situbondo dan Polres Bondowoso di tempat persembunyiannya. Dukun cabul berusia 40 tahun itu sempat menghilang, sejak dilaporkan memperkosa pasiennya berinisial A (30), yang juga warga Bondowoso ke Mapolres Situbondo.

Sekitar 10 hari kabur, dukun cabul itu sempat bersembunyi di Probolinggo dan Lumajang. Tim Resmob mengetahui keberadaannya saat kembali ke Bondowoso dan bersembunyi di rumah ibu tirinya di daerah Maesan Bondowoso. Untuk menghilangkan jejak, dukun cabul itu nekat menyiram wajahnya menggunakan air panas hingga melepuh. Ia nekat menyiram wajahnya dengan tujuan agar tak dikenali polisi yang mengejarnya.