Empat Karyawan RSUD Situbondo Reaktif Hasil Rapid Test

0

Situbondo- Empat orang karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo, diketahui reaktif hasil rapid test. Mereka ternyata masuk klaster jama’ah Masjid Desa Olean, Kecamatan Situbondo.

Saat ini, sudah sekitar 40 orang reaktif hasil rapid test untuk klaster jama’ah Masjid Desa Olean. Mereka berasal dari dua desa yaitu Desa Olean dan Desa Tenggir, Kecamatan Panji. Rapid test secara massal dilakukan setelah dua orang jama’ah Masjid masuk PDP atau Pasien Dalam Pengawasan.

Untuk empat karyawan RSUD yang dinyatakan reaktif, terdiri dari tiga pejabat struktural serta satu orang staf. Berdasarkan hasil tracing, salah satu pejabat struktural reaktif hasil rapid test, karena tertular virus suaminya yang tak lain jama’ah Masjid Olean. Satu orang ini kemudian menularkan virus kepada tiga teman sekantornya.

Direktur RSUD Abdoer Rahem Situbondo, dr. Tony Wahyudi mengatakan, keempat karyawan rumah sakit itu melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sambil menunggu hasil Swab.  Selama melakukan isolasi mandiri pihak rumah sakit memberikan kompensasi menanggung biaya pemenuhan gizinya.

BACA JUGA :  Muncul Klaster Kesehatan, Ada Banyak Tenaga Kesehatan Medis Terpapar Covid

“Keempat karyawan kami liburkan agar melakukan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing,” ujarnya.

Tony menambahkan, sebagai bentuk pencegahan penularan virus Covid, seluruh karyawan RSUD akan dilakukan rapid test. Menurut Tony, karena jumlah karyawan RSUD cukup banyak mencapai 500 orang, maka rapid test dilakukan secara bertahap. Untuk Rabu kemarin tercatat ada 70 orang karyawan dilakukan rapid test.

“Alat rapid test akan dibantu dinas kesehatan. Kita lakukan rapid test secara bertahap bagi seluruh karyawan,” pungkasnya.

Berdasarkan update data Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Situbondo. Saat ini jumlah PDP atau Pasien Dalam Pengawasan berjumlah 42 orang, terdiri dari rawat inap 8 orang, isolasi mandiri 3 orang, serta meninggal 1 orang. Sedangkan 30 orang PDP sudah sembuh atau selesai pengawasan.

Untuk jumlah ODP atau Pasien Dalam Pemantauan berjumlah total 441 orang, terdiri dari rawat inap 1 orang, serta isolasi mandiri 111 orang. Ada 329 ODP sudah sembuh atau selesai pemantauan.