FPKB DPRD Situbondo Pertanyakan Angggaran 9 Miliar Untuk Pelayanan Kesehatan Gratis Terlalu Kecil

0
bhasafm
Juru bicara fraksi PKB DPRD Situbondo,Mahbub Junaidi memberikan keterangan pers usai rapat paripurna di DPRD Situbondp, Kamis, 4 Maret 2021 ( foto : zaini zain )

Situbondo-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Situbondo, mempertanyakan sistem pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin berbasis KTP elektronik. Pernyataan itu disampaikan Fraksi PKB saat memberikan pemandangan umum dalam rapat paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD 2021, Kamis kemarin.

Juru bicara Fraksi PKB DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi mengatakan, Pemkab mengalokasikan tambahan anggaran sebesar 9 miliar untuk pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin. Menurut Mahbub. anggaran tersebut dinilai terlalu kecil karena pada program pelayanan kesehatan dengan sistem SPM membutuhkan anggaran sebesar 15 sampai 16 Miliar.

BACA JUGA :  TGX Rilis Single Kedua Yang Romantis

“Kami mempertanyakan ini karena khawatir terjadi kekurangan anggaran pelayanan kesehatan bagi warga miskin. Jangan sampai warga miskin tak bisa berobat karena kekurang anggaran,” terangnya, Kamis, 4 Maret 2021.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Bung Karna mengatakan, bahwa anggaran sebesar 9 miliar menggunakan digitalisasi kesehatan. Penggunaan anggaran pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin berbasis e-KTP berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Kalau dalam perjalanannya terjadi kekurangan maka masukan dan saran fraksi PKB akan menjadi pertimbangan,” kata Bung Karna menjawab pertanyaan fraksi PKB.

Reporter : Zaini Zain