Gerak Cepat Polres Amankan 21 Anggota PSHT, Enam Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

0
Bhasafm
Polres Situbondo mengamankan 21 oknum anggota PSHT, enam orang ditetapkan jadi tersangka (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Polres Situbondo bergerak cepat mengejar pelaku penyerangan rumah warga di Desa Kayuputih Kecamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Senin dini hari kemarin.  Saat ini, Polres telah mengamankan 21 orang oknum anggota PSHT. Mereka diamankan di rumahnya masing-masing.

Menurut Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, sebanyak 21 orang yang telah diamankan semuanya anggota PSHT Situbondo. Enam dari 21 anggota PSHT tersebut ditetapkan jadi tersangka. Mereka diduga terlibat bentrok fisik serta penyerangan hingga menyebabkan belasan rumah dan kios rusak. Selain itu, ada empat unit mobil juga rusak terkena lemparan batu.

“Kita baru menetapkan enam orang tersangka, sedangkan sisanya masih sebagai saksi. Keenam tersangka ikut konvoi motor saat terjadi bentrok dengan warga Minggu sore serta melakukan pelemparan batu di malam harinya,” kata Kapolres AKBP Sugandi, Selasa, 11 Agustus 2020.

Kapolres menambahkan, tersangka perusakan rumah warga itu masih bisa bertambah, mengingat polisi masih memburu anggota PSHT lainnya. Tak hanya PSHT asal Situbondo, namun ada juga PSHT berasal dari luar daerah seperti Bondowoso dan Jember.

Kapolres mengaku, untuk enam orang tersangka semuanya anggota PSHT Situbondo dan juga yang sudah jadi pengurus. Para tersangka akan dijerat pasal berlapis yaitu pasal 160 dan pasal 170 KUHP.

BACA JUGA :  Dua Civitas Akademic Terpapar Corona, Kampus Unars Ditutup Selama 14 Hari

“Dalam kasus ini kami sudah memeriksa 38 orang terdiri dari 17 korban serta 21 anggota PSHT,” sambungnya.

Lebih jauh Kapolres AKBP Sugandi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengamanan di lokasi dibantu satu pleton pasukan Brimob.

“Kita melakukan penjagaan selama 24 jam untuk memulihkan suasana agar cepat kondusif,” terangnya

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok pemuda dari salah satu perguruan pencak silat PSHT  bentrok dengan warga Desa Kayuputih, Kacamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran. Minggu sore (09 Agustus 2020). Bentrokan bermula saat mereka melakukan konvoi motor masih mengenakan seragam PSHT.

Saat melintas  di lokasi, salah satu dari mereka mengambil bendera merah putih yang terpasang di tepi jalan dekat kios milik salah seorang warga.  Sekelompok pendekar itu malah tak terima karena warga meminta bendera tersebut dikembalikan. Akibat bentrokan ini lima orang warga terluka, termasuk pemilik kios bensin bernama Zainal Abidin yang mengalami luka cukup parah di bagian wajah dan kepala bagian belakang.

Tak hanya itu, sekelompok pendekar pencak silat itu melakukan serangan susulan dengan cara melempari rumah warga menggunakan batu. Akibatnya, belasan rumah dan kios rusak serta empat unit mobil yang sedang terparkir juga rusak terkena lemparan batu.