Hapus Cell Plan, Perbup Tentang Pembangunan Menara Tower Menuai Kontroversi

0
Bhasafm
Sidak-Komisi III DPRD Situbondo saat melakukan sidak ke lokasi pembangunan menara tower telekomunikasi di Desa Tanjung Kamal Kecamatan Mangaran (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pembangunan menara tower telkomunikasi di Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, masih terus menuai kontroversi.  Sebelumnya, Komisi III DPRD Situbondo sempat meminta pembangunan tower tersebut dihentikan, karena tak mengantongi ijin serta melanggar zona cell plan  atau rencana penataan menara telepon seluler.

Menurut anggota Komisi III DPRD SItubondo, Arifin SH, Komisi III sudah melakukan hearing bersama pihak terkait termasuk Dinas Kominfo. Anehnya, saat ini Pemkab menerbitkan Perbup No 15 tahun 2020, tentang penataan menara tower.

Arifin mengaku, Perbup baru tersebut dinilai janggal karena menghapus zona cell plan sebagaimana tertuang di dalam Perbup No 9 tahun 2016. Diduga terbitnya Perbup tersebut untuk meloloskan pembangunan tower tersebut.

BACA JUGA :  Sudah 150 Nakes Terpapar Covid-19, Dinkes Situbondo Himbau Perketat Protokol Kesehatan

“Kami merasa keberatan karena penghapusan cell plan di Perbup 15 itu tak miliki dasar. Apa dasarnya,” tanya anggota fraksi PPP itu

Oleh karena itu, Arifin meminta Pemkab segera merevisi Perbup tersebut. Ia mengaku akan mengajukan interpelasi jika tak segera dilakukan revisi.

“Saat hearing kami sudah tanyakan ke Kominfo bahwa dasar Perbup baru itu SE Gubernur. Setelah kami chek ternyata SE itu tentang pengawasan bukan cell plan pembangunan menara tower,” katanya.