Jumlah Kematian Pasien Covid di Situbondo Meningkat, Bupati Menyebut Sebagian Besar Pasien Komorbid

0
Bhasafm
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Hampir setiap hari selalu ada pasien Corona di Situbondo meninggal dunia, sejak beberapa pekan terakhir ini. Bupati Situbondo menyebut, sebagian besar pasien meninggal tersebut karena komorbid bukan murni Covid.

Saat ini, jumlah pasien Covid meninggal mencapai 45 orang. Data kematian pasien terbaru di Kecamatan Panji. Kecamatan Panji merupakan sebaran terbanyak pasien meninggal. Dari 94 pasien terkonfirmasi positif Covid sebanyak 14 orang diantaranya meninggal dunia. Selanjutnya, Kecamatan Situbondo tercatat ada 11 pasien meninggal dari jumlah pasien positif sebanyak 106 orang.

Menurut Bupati Dadang Wigiarto, berdasarkan hasil evaluasi bahwa pasien meninggal bukan pasien murni covid, melainkan pasien komorbid yaitu pasien yang memiliki penyakit penyerta.  Untuk pasien murni Covid meninggal jumlahnya sangat kecil.

“Kami evaluasi saat jumlah pasien meninggal sebanyak 35 orang dan ternyata 34 orang pasien  diantaranya pasien komorbid. Itu artinya hanya ada satu pasien murni Covid yang meninggal dunia,” katanya, saat ditemui di Kantor DPRD Situbondo, Senin, 28 September 2020.

BACA JUGA :  Nenek Sunariya, Sudah 30 Tahun Jadi Pedagang Ikan

Dadang menambahkan,  sebenarnya tanpa adanya penyakit Corona kematian selalu terjadi. Namun saat ini menjadi catatan tersendiri karena pasien yang meninggal di masa pandemi.

Dadang mengaku, bahwa meningkatnya pasien Covid meninggal dunia bukan disebabkan karena keterbatasan SDM tenaga medis maupun peralatan medis di rumah sakit. Ia kembali menegaskan, bahwa sebagian besar pasien meninggal karena memiliki penyakit penyerta.

Menurut Dadang, saat ini Satgas mempersiapkan beberapa program taktis guna mempersempit penyebaran Covid. Selain melakukan penegakan disiplin pakai masker melalui mobil pemburu di setiap Kecamatan, Satgas akan mempersiapkan lockdown lokal di setiap zona merah.

“Misalnya di Kecamatan tertentu zona merah. Maka Satgas akan mencari asal sebaran pasien sampai lokasi terkecil yaitu mulai dari Desa, Dusun sampai ke RT.  Nah ditempat sebaran itulah akan dilakukan lockdown lokal,” ujarnya

Dadang menambahkan, berbagai ikhtiar percepatan penanganan pasien Covid akan terus dilakukan, sejauh vaksin Covid masih belum ditemukan. Dadang berharap masyarakat harus disiplin mematuhi terhadap protokol Kesehatan Covid.