Kapolres Minta Pengusaha Angkutan Karyawan PT Salem Terapkan Protokol Covid

0
Bhasafm
Kapolres AKBP Sugandi bersama Dishub dan perwakilan PT Salem saat bertemu dengan pengusaha angkutan karyawan PT Salem (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, bertemu dengan para pengusaha angkutan karyawan PT PMMP. Kapolres meminta pengusaha angkutan menerapkan protokol Covid dengan membatasi jumlah penumpang.

Menurut  Kapolres, untuk mencegah penularan Covid-19 di perusahaan pengepakan udang tersebut, pengusaha angkutan karyawan PT Salem membatasi 50 persen jumlah penumpangnya.

Saat ini, PT Salem memiliki sekitar 5000 karyawan dan menggunakan 80 armada milik perusahaan angkutan yang selama ini melakukan antar jemput karyawan.

“Para pengusaha angkutan harus menerapkan protokol Covid dengan membatasi jumlah karyawan yang naik bus maupun elf,” kata Kapolres, Senin, 03 Agustus 2020

Kapolres mengatakan, jika para pengusaha jasa angkutan itu tak mematuhi ketentuan jaga jarak penumpang, pihaknya meminta manajemen PT Salem memberikan sanksi tegas.

BACA JUGA :  Dua Paslon Mengaku Sama-Sama Mendukung Penerapan Protokol Kesehatan Covid

Sementara itu, Humas PT PMMP, Eko Kridarso mengatakan, pihaknya akan memutus kontrak kerja dengan perusahaan angkutan, jika tak mendukung pembatasan penumpang untuk menjaga jarak antara karyawan di atas bus.

“Armada karyawan yang beroperasi di PT PMMP sekitar 80 armada terdiri dari bus besar dan kecil serta elf dan masih akan ditambah lagi,” katanya

Eko mengaku, bahwa penutupan pabrik menjadi kewenangan Pemprov Jawa Timur. Sejauh ini, pihak perusahaan telah berusaha maksimal mencegah penularan Corona dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jika ada  karyawan positif maka harus di karantina atau isolasi mandiri,” ujarnya.

Saat ini, sudah ada 81 karyawan PT Salem terkonfirmasi positif Covid-19, terdiri  dari 23 karyawan asal Situbondo dan 58 orang karyawan asal Bondowoso.