Khawatir Tercemari Limbah Medis, Belasan Warga Adukan RS Mitra Sehat ke DLH

0
Bhasafm
Tuntut Keadilan-Belasan warga adukan RS Mitra Sehat terkait pengelolaan limbah medis (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Polemik Rumah Sakit Mitra Sehat dengan warga sekitar terus berlanjut. Setelah sebelumnya sempat mengadukan ke Komisi III DPRD Situbondo, kali ini belasan warga sekitar rumah sakit mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Belasan warga ini berasal dari Kaplingan RT 02, RW 11 Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji.Mereka yang tinggal berdekatan dengan rumah sakit, mempertanyakan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3), karena khawatir akan mencemari lingkungan.

Salah seorang warga, Lutfi Al Jamali, mengaku, dirinya hanya ingin meminta keadilan karena ingin hidup tenang dan sehat, tanpa harus dihantui perasaan was-was akan tercemari limbah medis rumah sakit.

“Kami kesini (Kantor DLH) ingin memastikan bahwa pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (ipal) di rumah sakit itu sudah sesuai standar,” ujarnya, Senin, 21 September 2020.

Menurut Lutfi, Rumah Sakit Mitra Sehat sudah berdiri sejak 2013. Selama itu pula, pihak rumah sakit tidak pernah melaporkan UPL,UKL secara rutin tiga bulan atau enam bulan sekali. Dengan begitu kata Lutfi, pihak rumah dinilai tak peduli lingkungan, padahal lokasinya berdampingan dengan perumahan warga.

“Jadi kami yang tinggal di sekitar rumah sakit merasa khawatir akan dampak limbah B3 rumah sakit,” ujarnya.

Tak hanya masalah pengelolaan limbah, belasan warga juga mempertanyakan proses perijinan pengembangan rumah sakit mitra sehat. Rumah sakit yang awalnya hanya klinik itu  kemudian berkembang pesat menjadi rumah sakit dan mendapat ijin pemerintah, padahal lokasinya berada di tengah permukiman. Anehnya lagi, sejauh ini belasan warga itu merasa   tidak pernah diminta persetujuan ijin lingkungan.

BACA JUGA :  Pedagang Senang Pemkab Kembali Buka CFD

Sementara itu,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Pemkab Situbondo, Kholil, mengatakan, pihaknya telah turun langsung mengambil sampel, terkait pengaduan warga mengenai sistem instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) di Rumah Sakit Mitra Sehat.

Menurut Kholil, jika hasil uji laboratorium nanti sudah turun akan disampaikan kepada warga secara menyeluruh. Kholil juga berjanji akan mengevaluasi secara keseluruhan sistem pengelolaan limbah dan akan membenahi jika terdapat kekurangan.

“Nanti kalau hasil laboratorium sudah turun akan kami sampaikan untuk meyakinkan warga,” ujarnya.

Selain itu, Kholil juga mengaku sudah memberikan teguran dan pembinaan, karena pihak rumah sakit swasta itu tak melaporkan UPL, UKL. Bukan hanya Rumah Sakit Mitra Sehat, namun semua perusahaan juga mendapat perlakuan serupa.

“Secara menyeluruh perusahaan di Situbondo hanya 80 persen melaporkan UPL,UKL. Perusahaan yang melaporkan UPL,UKL belum tentu tak mencemari lingkungan dan sebaliknya perusahaan yang tidak melapor UPL,UKL belum tentu juga mencemarkan lingkungan,” sambungnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rumah Sakit Mitra Sehat, Reno Widigyo, mengatakan, bahwa pengelolaan limbah di Rumah Sakit Mitra Sehat sudah dilakukan pengecekan secara berkala enam bulan sekali. Begitu juga limbah medis sudah mengikuti prosedur yaitu menunjuk pihak ketiga.

“Jadi semuanya sudah sesuai ketentuan bahwa pengelolaan limbah medis harus ditangani pihak ketiga. Setiap minggu limbah medis diangkut dari gedung ke Surabaya. Jadi tidak ada pencemaran lingkungan akibat limbah medis,” katanya saat itu.