Pasien Corona di Situbondo Bertambah Jadi 20 Orang, Satu Ibu Hamil Meninggal

0
Bhasafm
Cegah Corona-Gugus Tugas melakukan rapid test terhadap 90 orang jamaah sholat tatawih di Masjid Baitur Rahman, Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Kamis 21 Mei 2020 ( foto : Zaini Zain )

Situbondo- Jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona di Situbondo meningkat jadi 20 orang. Dengan demikian, ada tambahan delapan pasien baru dinyatakan positif. Sebagian besar pasien baru ini masuk klaster jama’ah Masjid Olean, Kecamatan Situbondo.

Satu orang pasien yang diketahui sedang hamil tujuh bulan meninggal. Ibu hamil berinisial S asal Kecamatan Panji, meninggal saat berstatus PDP atau Pasien Dalam Pengawasaan. Statusnya terkonfirmasi positif Corona setelah hasil Swabnya turun, Kamis 28 Mei 2020.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Situbondo, Abu Bakar Abdi mengatakan, tujuh dari delapan pasien baru Corona masuk klaster jamaah tempat ibadah Desa Olean. Satu dari jumlah pasien tersebut diketahui berusia 8,6 tahun. Korban terpapar virus Corona dari ibu kandungnya yang juga terkonfirmasi positif.

Menurut Abu Bakar, dari delapan pasien baru positif Corona, saat ini dua pasien di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoer Rahem Situbondo, sedangkan enam orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

“Delapan pasien baru itu merupakan hasil tracing kontak erat di lapangan. Kita masih menunggu hasil 40 orang lainnya yang hasil rapid testnya dinyatakan reaktif,” ujar Abu Bakar.

BACA JUGA :  Mengamuk di Rumahnya ODGJ Diamankan ke Dinas Sosial

Abu Bakar menambahkan, Saat ini gugus tugas masih terus melakukan tracing di lapangan terhadap warga memiliki kontak erat  dengan pasien positif, PDP maupun ODP. Gugus tugas juga sedang menunggu hasil Swab 40 orang lainnya yang saat dilakukan rapid test hasilnya reaktif.

“Ada empat desa baru masuk zona merah penyebaran virus Corona di Situbondo, yaitu Desa Olean, Tenggir, Wiringinanom dan Kelurahan Mimbaan,” terangnya.

Data terbaru Gugus Tugas Covid-19 Situbondo, jumlah total pasien Covid di Situbondo 20 orang, terdiri dari 11 orang sembuh, dua rawat inap,  satu meninggal, enam isolasi mandiri.  Untuk PDP atau Pasien Dalam Pengawasan berjumlah 39 orang, terdiri dari enam rawat inap, tiga pasien isolasi mandiri, serta 30 orang sudah sembuh atau selesai pengawasan. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah total 438 orang, terdiri dari 88 orang isolasi mandiri, serta 350 orang sudah sembuh atau selesai pemantauan.