Pasien Corona Meningkat, Satgas Siapkan Pengobatan Metode Terapi Plasma Darah

0
Bhasafm
Update pasien positif per 1 Juni 2020

Situbondo- Pasien terkonfirmasi positif virus Covid-19 di Situbondo melonjak pesat , dari jumlah sebelumnya 20 orang menjadi 51 orang. Itu artinya ada penambahan 31 pasien baru terpapar virus corona.

Penyebaran pasien terbesar dari Kecamatan Situbondo dan Panji masing-masing berjumlah 19 orang. Sebagian besar termasuk klaster jamaah Masjid Olean, berasal dari Desa Olean dan Desa Tenggir Kecamatan Panji. Dua dari 31 pasien orang pasien positif sudah meninggal dunia.

Data terbaru Gugus Tugas  percepatan penanganan Covid-19 Situbondo menyebutkan, saat ini satu dari delapan pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dilaporkan meninggal dunia. Masih ada empat PDP opname di rumah sakit serta tiga orang lainnya isolasi mandiri.

Saat ini, gugus tugas sedang mempersiapkan pengobatan pasien positif dengan metode terapi plasma darah. Beberapa hari kedepan, tim gugus tugas akan mempersiapkan uji coba penyembuhan melalui metode tersebut.

BACA JUGA :  Pasien Corona di Situbondo Mencapai 503 Orang, Meninggal 43 Orang

Menurut juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Situbondo, Abu Bakar Abdi,  metode pengobatan terapi ini melibatkan petugas medis dengan PMI. Caranya melalui pemberian kantong darah kepada pasien positif.

 “Semua masih dipersiapkan. Tim medis sudah melaporkan kesiapannya kepada Bupati,” ujarnya.

Abu Bakar mengaku, metode penyembuhan terapi plasma darah pasien positif, sebenarnya bukan metode pengobatan baru. Sejumah rumah sakit di daerah lain sudah menerapkannya. 

Abu Bakar menambahkan, selain melakukan metode pengobatan plasma, juga  akan diberikan  pengobatan herbal untuk meningkatkan imun atau kekebalan tubuh.

Jadi perlu diberi obat pendamping herbal seperti jus mangkudu agar imunnya meningkat karena virus corona menyerang imun,” kata Abu Bakar.

Abu Bakar mengingatkan agar masyarakat tidak abai dan selalu waspada. Mencegah penularan virus corona bisa dengan menjaga jarak, menggunakan masker saat keluar rumah serta selalu cuci tangan.

“Masyarakat harus menaati protokoler kesehatan covid,” pungkasnya.