Pasien Covid Terus Meningkat, Praktisi Hukum Pertanyakan Penggunaan Anggaran Covid

0
Bhasafm
Moh. Kholil, seorang praktisi hukum di Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Penggunaan anggaran Covid sebesar 104 miliar terus dipertanyakan. Banyak kalangan menilai, masih terus meningkat pasien Covid di Situbondo disebabkan karena Satgas salah menggunakan anggaran.

Protes kali ini datang dari seorang praktisi hukum, Muhammad Kholil. Pria asal Kecamatan Mangaran itu mempertanyakan peruntukan anggaran Covid, karena selama ini tidak pernah dibuka ke publik. Ironisnya kata Kholil, Bupati Dadang Wigiarto kerapkali membuat pernyataan membingungkan publik.

Kholil mencontohkan tentang penggunaan gedung Pusat Karantina di Jalan WR Supratman yaitu eks Kantor Kejaksaan Negeri Situbondo. Kholil mengaku, beberapa pernyataan Bupati membingungkan terkait fungsi gedung pusat karantina tersebut, karena para pasien Covid malah di karantina di hotel Sidomuncul pasir putih.

BACA JUGA :  Dua Paslon Mengaku Sama-Sama Mendukung Penerapan Protokol Kesehatan Covid

“Bupati sendiri yang bilang kalau gedung pusat karantina bukan untuk orang sakit, lalu untuk apa sewa gedung itu? Apa untuk menghabiskan anggaran?,” tanya pria yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Menurut Kholil, pernyataan membingungkan lainnya soal penggunaan anggaran Covid. Pernyataan Bupati kepada media tidak sama dengan laporan yang disampaikan kepada DPRD Situbondo.

Kholil meminta Satgas transparan melakukan penanganan pasien Covid termasuk penggunaan anggaran, agar publik ikut berpartisipasi mendukung program pencegahan. Kholil mengaku bingung bahkan antara percaya dan tidak terkait keseriusan Satgas melakukan penanganan Covid di Situbondo.

“Sampai hari ini tidak ada yang tahu obat Corona itu apa, karena vaksinnya katanya belum ditemukan. Terus pasien yang selama di karantina atau rawat inap di rumah menggunakan obat apa?” tanya Kholil.