Pemain Berharap Bung Karna Bisa Memajukan Sepak Bola di Situbondo

0
Bhasafm
BERLATIH: Pemain usia 7 tahun berlatih mengocek bola mengelabui lawan di Gelora Abdurrahman Saleh Situbondo ( foto: Zaini Zain )

Situbondo- Prestasi sepak bola Situbondo cederung stagnan alias jalan di tempat. Fasilitas dan pembinaan pemain juga masih belum maksimal. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Situbondo menjadi salah satu penyebabnya.

Dulu dan kini sudah berubah. Para pemain-pemain muda mulai memupuk harapan baru, menanti janji Bupati Karna Suswandi yang telah berkomitmen untuk mengembangkan dunia sepak bola di Situbondo. Saat kampanye 2020 lalu, Bung Karna di beberapa kesempatan berjanji akan mengembalikan masa kejayaan sepak bola Situbondo seperti era Rudy William Keltjes.

Penggiat sepak bola Situbondo, Yadik Rahmanto, mengatakan, saat ini belum ada akademi sepak bola di Situbondo. Namun di beberapa daerah sudah bermunculan SSB atau Sekolah Sepak Bola.

“Kami menaruh harapan besar di era kepemimpinan Bupati baru ada perhatian serius untuk pengembangan sepak bola lebih baik lagi,” ujarnya saat ditemui melatih pemain muda di stadion gelora Abdurrahman saleh Situbondo.

Yadik Rahmanto yang juga Komite wasit Askab PSSI Situbondo, mengahrakan, di Situbondo sendiri sudah SSB di bawah binaan Bhayangkara. Ada 50 orang anak usia 7 hingga 12 tahun aktif berlatih sepak bola. Sedangkan untuk usia 14 tahun sekitar 30 orang dan usia 17 sampai 18 tahun sebanyak 20 orang.

BACA JUGA :  Bupati Situbondo dan Wakil Bupati Bagikan Paket Sembako ke Desa Kayumas

Menurut Yadik, untuk melahirkan atlet sepak bola sekelas Rudy William Keltjes, maupun Imam Baihaqi yang pernah menjadi pemain timnas, memang perlu mencari bibit pemain muda berbakat. Hal itu bisa dimulai dengan menggalakan turnamen anak usia dini. Kalau mengacu ketentuan PSSI, turnamen anak usia dini bisa dimulai dari usia 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun hingga  usia 18 tahun.

“Selama ini turnamen anak usia dini kurang digalakan, padahal dari turnamen itu akan ditemukan pemain-pemain berbakat,” ujar wasit berlesensi nasional itu.

Yadik mengaku ikut terlibat menangani pemain usia dini. Sejauh ini, mereka lebih banyak diberi latihan penguasaan bola di lapangan. Sedangkan untuk usia 14 sampai 18 tahun, sudah mulai dilakukan penempaan fisik.

“Untuk melatih fisik biasanya kita bawa ke pantai. Untuk anak-anak usia dini kita lebih banyak materi bermain bola di lapangan,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain