Pemkab Terjunkan Tim Trauma Healing Untuk Anak Korban Penyerangan Oknum Pesilat PSHT

0
Bhasafm
Kepala DPPPA Pemkab Situbondo, Imam Hidayat (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Penyerangan rumah warga oleh oknum anggota pencak silat PSHT, menyisakan cerita pilu bagi para korban yang tinggal di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran.

Saat ratusan oknum anggota PSHT itu melempari rumah warga dengan batu, Senin dini hari kemarin, sebagian warga sedang tertidur pulas. Mereka mengaku terkejut mendengar suara gaduh di luar rumah.

Sebagian dari mereka memilih bersembunyi karena melihat jumlah massa yang cukup banyak. Mereka mengaku takut melihat massa yang beringas dan membabi buta melempari rumah warga menggunakan batu.

“Kami gak berani keluar. Anak saya yang kecil terbangun dan menangis, saya gendong ke kamar belakang karena khawatir terkena lemparan batu,” kenang seorang warga.   

BACA JUGA :  Susahnya Tertibkan Masyarakat Untuk Pakai Masker

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DP3A) Pemkab Situbondo, Imam Hidayat, mengatakan, hari ini pihaknya menerjunkan tim trauma healing ke lokasi. Dilaporkan ada belasan anak mengalami trauma akibat penyerangan oknum pesilat  PSHT tersebut.

Menurut Imam Hidayat,  karena lokasi korban terpencar-pencar, pihaknya menerjunkan beberapa tim untuk melakukan tracing. Tim trauma healing melibatkan tim psikolog anak untuk melakukan pendampingan.        

“Kita segera turun besok (Rabu hari ini), untuk melakukan trauma healing. Kami bawa tim psikolog serta pekerja sosial,” ujar Imam Hidayat.