Pertanyakan Anggaran Covid 25 Miliar, Anggota DPRD Situbondo Protes Bantuan Tempat Cuci Tangan

0
Bhasafm
Protes-Anggota DPRD Situbondo beramai-ramai menolak bantuan tempat cuci tangan (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Anggota DPRD Situbondo beramai-ramai protes, menolak bantuan tempat cuci tangan. Pasalnya, bantuan cuci tangan yang ditaruh di halaman Kantor DPRD tertempel stiker Nasim Khan Institute (NKI).

Seketika, kegaduhan pun sempat terjadi, Siang kemarin. Beberapa anggota dewan langsung menghubungi Sekretaris DPRD, agar tempat cuci tangan tersebut dipindah. Sejumlah anggota dewan mengaku siap iuran, jika Pemkab sudah tak miliki anggaran membuat tempat cuci tangan .

Mereka merasa tak nyaman, karena lembaga DPRD mendapat bantuan tempat cuci tangan bertuliskan NKI.  Nasim Khan Institute konon merupakan lembaga yang didirikan Nasim Khan, angota DPR RI dari FPKB untuk dapil III (Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi). Bantuan tempat cuci tangan berstiker politisi PKB itu dinilai melukai para politisi lain di DPRD Situbondo.

Menurut Ketua Fraksi PDIP di DPRD Situbondo, Andi Handoko, Kantor DPRD merupakan lembaga Pemerintah. Ia menilai kurang etis jika harus mendapat bantuan salah seorang politisi, mengingat politisi di DPRD Situbondo berasal dari berbagai partai Politik.

Andi Handoko yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Situbondo, mempertanyakan penggunaan anggaran Covid sebesar 25 Miliar, hingga kantor DPRD harus diberi bantuan tempat cuci tangan dari pihak lain. Ia mengajak seluruh fraksi DPRD Situbondo, untuk mengusut penggunaan dana Covid-19.

BACA JUGA :  Tetap Boleh Mencoblos, KPU Jamin Hak Suara Pesien Covid

Pernyataan senada disampaikan Ketua Komisi I DPRD Situbondo, H. Faisol. Menuru Faisol, dirinya mempertanyakan asal usul bantuan tempat cuci tangan tersebut. Selain tertempel stiker BKI, ada juga tulisan stiker salah satu BUMN SIG (Semen Indonesia Gresik).

Politisi PPP itu menambahkan, jika benar bantuan tersebut berasal dari CSR salah satu BUMN, maka tidak pantas ditempeli stiker NKI yang notabene milik anggota DPR RI.  Sebab Mendagri dengan tegas sudah menyatakan, agar tak ada yang mendompleng dengan Bansos Corona.

Faisol menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika ada anggota DPR RI mau menyalurkan bansos menggunakan uang pribadi, untuk membantu pencegahan penyebaran virus Corona  di Situbondo. Namun bantuan semacam tempat cuci tangan, tidak perlu juga di letakan di Kantor DPRD Situbondo.

Sementara itu, usai para angora dewan melakukan protes, sejumlah staf DPRD langsung mengangkut tempat cuci tangan tersebut. Bantuan cuci tangan bertuliskan NKI dan SIG hanya sekitar dua jam ada di depan Kantor DPRD Situbondo.