Rapid Test Reaktif 19 Penyelenggara Pilbup Langsung Isolasi Mandiri

0
Bhasafm
Saat penyelenggara Pilbup mengikuti rapid test (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Sebanyak 19 penyelenggara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati harus diisolasi mandiri karena reaktif setelah dilakukan rapid test. Mereka diminta tidak melakukan aktifitas terlebih dahulu menunggu hasil Swab.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo telah melakukan rapid test terhadap 2.222 penyelenggara Pilgub, mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Menurut Juru bicara gugus tugas Covid-19, Ahmad Yulianto, gugus tugas sudah mengambil sampel 19 penyelenggara pilbup, karena hasil rapid tesnya reaktif.

“Semuanya berasal dari Kecamatan zona merah Covid-19,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan itu tanpa menyebut secara rinci asal usul 19 penyelenggara pilbup tersebut, Senin, 13 Juli 2020.

BACA JUGA :  Operasi Zebra, Polisi Prioritas Tindak Anak di Bawah Umur Nekat Naik Motor

Akhmad Yulianto mengaku, gugus tugas akan memantau penyelenggara itu selama melakukan isolasi mandiri. Selain itu, sesuai SOP gugus tugas sudah melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Sementara itu, Ketua KPU Situbondo, Marwoto mengatakan, sebanyak 19 penyelenggara yang reaktif hasil rapid test terdiri dari 10 orang PPK dan PPS. Sedangkan sembilan orang lainnya merupakan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). 

“Untuk PPDP sudah diganti karena mereka akan mulai segera bekerja melakukan coklit data pemilih,” katanya.

Menurut Marwoto, PPDP akan mulai melakukan coklit sejak 15 Juli mendatang. Sedangkan untuk PPK dan PPS yang reaktif hanya diminta isolasi mandiri. “PPK dan PPS belum bekerja tatap muka dengan masyarakat, jadi hanya diminta isolasi,” ujarnya.