Sekelompok Pemuda “Pendekar” Pencak Silat Bentrok Dengan Warga, Lima Orang Terluka

0
Bhasafm
Bentrok-Disini segerombolan pemuda bentrok dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, (ist)

Situbondo- Iring-iringan konvoi motor sekelompok pemuda terlibat bentrok dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Minggu sore kemarin. Bentrokan tersebut konon dipicu ulah sekelompok pemuda yang disebut-sebut berasal dari salah satu perguruan pencak silat.

Akibat bentrokan itu lima orang terluka hingga harus mendapat perawatan medis. Satu orang korban mengalami luka paling parah bernama Zainal Abidin.  Ia mengalami luka pada bagian hidung dan kepala bagian belakang.

Polisi yang datang ke lokasi bentrokan mengamankan dua pemuda serta sejumlah barang bukti termasuk batu dan bendera. Dua pemuda yang diamankan itu berasal dari perguruan pencak silat yang ditinggal kabur rekan-rekannya.

Bentrokan bermula, saat puluhan pemuda itu sedang konvoi motor. Konon, para “pendekar” pencak silat itu sedang merayakan kenaikan sabuk. Nah saat mereka melintas di jalan Desa Kayuputih, salah seorang pemuda itu mengambil bendera merah putih yang terpasang di tepi jalan dekat kios bensin.

BACA JUGA :  Ditinggal Jenguk Orang Sakit Rumah Terbakar

Warga yang melihat kejadian itu meminta agar bendera dikembalikan, namun sekelompok pemuda tersebut malah menjadi emosi. Mereka turun dari atas motornya dan menyerang warga. Tidak hanya itu, mereka juga melempari warga yang ingin menolong dengan batu.

Menurut Wakapolres Kompol M. Zein Mawardi, pihaknya sudah mendatangi lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini Wakapolres mengaku sedang fokus melakukan pengamanan di lokasi agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Kami dari kepolisian dan TNI akan melakukan penjagaan untuk menjaga kondusifitas masyarakat,” sambungnya, Minggu, 09 Agustus 2020

Wakapolres menambahkan, bentrokan fisik berlangsung sangat cepat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua organisasi perguruan pencak silat untuk ikut meredam anggotanya.

“Untuk para korban terluka sudah mendapat penanganan medis dan sebagian dari mereka yang mengalami luka lebam sudah diperbolehkan pulang,” katanya.