Sudah 56 Oknum PSHT Jadi Tersangka Perusakan Rumah Warga, 13 Tersangka Anak Dibawah Umur

0
Bhasafm
Digiring-oknum PSHT yang jadi tersangka perusakan rumah warga digiring polisi (foto doc)

Situbondo- Perburuan pelaku penyerangan dan perusakan rumah warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, dan Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, terus dilakukan Polres Situbondo.

Saat ini, Polres kembali menetapkan 12 tersangka baru. Dengan begitu, jumlah oknum anggota pesilat PSHT yang telah ditetapkan menjadi tersangka menjadi 56 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 tersangka masih berstatus anak di bawah umur.

Menurut Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, hingga hari keempat pasca penyerangan rumah warga, pihaknya sudah memeriksa 100 oknum anggota perguruan silat PSHT. Untuk tambahan 12 tersangka baru sebagian dari mereka berasal dari luar daerah, yang ikut melakukan penyerangan rumah warga.

“Sebanyak 56 tersangka semuanya oknum PSHT. Mereka ditetapkan jadi tersangka karena polisi memiliki cukup bukti keterlibatan mereka dalam kasus penyerangan dan perusakan,” kata AKBP Sugandi, Jum’at, 14 Agustus 2020.

Menurut Sugandi, untuk 12 tersangka baru terdiri dari dua tersangka pengeroyokan saat kejadian Minggu sore hari, sedangkan tambahan 10 tersangka lainnya terlibat penyerangan dan perusakan rumah warga Senin  dini hari (10/8/2020).

Kapolres menambahkan, semua oknum PSHT yang telah ditetapkan jadi tersangka langsung dilakukan penahanan kecuali tersangka anak di bawah umur.  Sel tahanan Polres Situbondo telah dikosongkan untuk menahan para tersangka penyerangan dan perusakan rumah warga tersebut.

“Yang ditahan semuanya sudah dewasa jumlah 43 orang. Sedangkan proses hukum anak di bawah umur tetap berlanjut hanya tidak dilakukan penahanan. Penyidik sudah berkoordinasi dengan Bapas Jember agar melakukan pendampingan hukum bagi anak di bawah umur,” sambungnya.

BACA JUGA :  Kasat Lantas Kunjungi Bocah 10 Tahun Penjual Sayur Keliling yang Viral di Medsos

Sugandi mengaku, jumlah tersangka masih dimungkinkan bertambah, karena tim gabungan Polres dan Polda Jawa Timur masih terus memburu pelaku lainnya. Ia meminta agar para pelaku menyerahkan diri untuk mempercepat proses penyidikan.

Selain itu, Kapolres juga mengatakan telah menerima tambahan laporan perusakan menjadi 21 orang, sedangkan laporan penganiayaan  tetap lima orang. Dengan begitu, ada 26 laporan terkait penyerangan dan perusakan yang dilakukan oknum PSHT.

“Hingga kini,Polres Situbondo masih melakukan penjagaan di Desa Kayuputih dan Desa Trebungan. Penjagaan akan terus dilakukan sampai suasana benar-benar kondusif dan semua pelaku sudah tertangkap semua. Kami himbau segera menyerahkan diri,” terangnya.

Seperti diberitakan Bhasa sebelumnya, ratusan oknum pesilat PSHT terlibat bentrok dengan warga saat melakukan konvoi kenaikan tingkat, Minggu sore, 9 Agustus 2020. Bentrokan pecah dipicu ulah salah seorang oknum anggota PSHT yang mengambil bendera merah putih di tepi jalan Desa Kayuputih, Kecamatan Panji. Anggota PSHT tiba-tiba menyerang warga karena meminta bendera tersebut dikembalikan. Akibatnya, lima orang warga terluka.

Tidak sampai disitu, ratusan oknum PSHT kembali melakukan serangan susulan, Senin dini hari, 10 Agustus 2020. Kali ini, mereka merusak rumah, toko dan kios milik warga dengan cara melemparinya menggunakan batu. Ada empat unit mobil juga ikut rusak akibat penyerangan brutal tersebut.