Tak Setuju Harga Pembebasan Jalan Tol, Bupati Persilahkan Warga Ajukan Gugatan ke Pengadilan

0
Bhasafm
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mempersilahkan warga mengajukan gugatan ke pengadilan, kalau tidak setuju dengan harga pembebasan lahan jalan tol Probowangi. Ungkapan Bupati ini menanggapi keluhan warga tiga desa wilayah barat, yang mengaku terjadi ketimpangan harga pembelian tanah.

Menurut Dadang, warga memiliki waktu 14 hari mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri, sejak harga pembelian tanah ditetapkan. Persidangan gugatan uji harga tanah akan berlangsung cepat, karena majelis hakim hanya memiliki batas waktu maksimal 30 hari untuk memutuskan.

“Proses gugatan uji harga ini juga tanpa adanya banding dan hanya terbuka kasasi dengan batas waktu juga 30 hari,” ujarnya, Senin, 28 September 2020, saat ditemui usai menemui warga di Kantor DPRD Situbondo.

Menurut Dadang, ketentuan pengadaan tanah untuk kepentingan umum seperti pembangunan jalan tol Probowangi, sudah diatur melalui Undang-Undang No 2  tahun 2012 , tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum, serta diatur melalui Perpres No 71 tahun 2012, tentang penyelenggara bagi pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

BACA JUGA :  Update Penyebaran Covid-19, 10 Kecamatan di Situbondo Berstatus Zona Kuning dan Satu Kecamatan Zona Merah

Dadang mengaku, sesuai ketentuan bahwa  penentuan harga pembelian tanah diserahkan kepada tim Apprasial independen yang sudah mendapat ijin praktek kementerian keuangan. Kalau selama 14 hari tidak ada gugatan ke pengadilan, maka warga dianggap setuju dengan penentuan harga pembebasan lahan tersebut. Namun jika warga tak mau menerima uang hasil pembelian tanah,  maka uang akan dititipkan di pengadilan.

“Saya ingin melindungi warga saya. Kalau gak setuju ajukan gugatan. Jangan sampai mereka tidak setuju kemudian melakukan gugatan ke jalan. Ini salah waktu ditempat yang keliru,” kata Dadang.