Tak Terima Dituduh Punya Ilmu Santet, Seorang Warga Sumpah Al-Qur’an Disaksikan Warga Desa

0
Bhasafm
Polemik Ilmu Santet-Seorang warga minta disumpah Al-Qur'an karena tak terima dituduh punya ilmu santet (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Jika biasanya tertuduh ilmu santet melakukan sumpah pocong, kali ini tertuduh melakukan sumpah Al-Qur’an disaksikan warga desa setempat. Ngatimin, warga Dusun Krajan, Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, meminta disumpah Al-Qur’an, karena tak terima dirinya dituduh memiliki ilmu santet.

Pria berusia 60 tahun itu mengikuti proses sumpah Al-Qur’an di masjid Miftahul Jannah desa setempat, disaksikan ratusan warga serta pejabat Forkopimka. Proses sumpah Al-Qur’an yang dipimpin Habib Yahya itu berlangsung lancar.

Menurut Kapolsek Kapongan, AKP Pramana, proses sumpah Al-Qur’an terhadap tertuduh berlangsung aman dan lancar. Tertuduh yang dituding memiliki ilmu santet, mengikuti sumpah disaksikan pejabat Forkopimka dan warga desa setempat.

“Prosesi sumpah dilakukan sekitar pukul 19.30. Alhamdulillah semuanya berlangsung aman dan kondusif,” sambung AKP Pramana, Kamis, 10 September 2020

Data yang diterima Bhasa menyebutkan. Sumpah Al-Qur’an itu konon bermula dari perkataan tertuduh sendiri. Tertuduh pernah melontarkan perkataan meresahkan di masyarakat. Konon, tertuduh pernah mengatakan siapa saja yang mencuri semangka di sawahnya perutnya akan kembung dan mati.

BACA JUGA :  Pasien Corona di Kecamatan Besuki Meningkat Cepat Jadi 61 Orang

Perkataan tertuduh tersebut membuat warga Desa Gebangan mulai curiga jika tertuduh memiliki ilmu santet. Apalagi saat bersamaan salah seorang warga sakit dan disebut-sebut bermimpi tertuduh. Dari sinilah kecurigaan warga semakin kuat jika tertuduh memiliki ilmu hitam.

Menurut Kepala Desa Gebangan, Joko Sabar, sumpah Al-Qur’an tersebut  sebenarnya bermula dari perkataan tertuduh sendiri. Untuk membersihkan nama baiknya, tertuduh kemudian meminta disumpah Al-Qur’an agar warga percaya dirinya tak memiliki ilmu hitam.

“Sumpah tersebut untuk kebaikan bersama baik tertuduh maupun untuk menjawab keresahan masyarakat. Saya berharap suasana di masyarakat  kembali kondusif setelah dilakukan sumpah ini,” terangnya.