Takut Ditangkap Polisi, Dukun Pemerkosa Pasiennya Nekat Siram Wajahnya Dengan Air Panas

0
Bhasafm
Dikeler-Dukun cabul (tengah pakai kaos putih) dikeler ke Mapolres Situbondo usai ditangkap di tempat persembunyiannya (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Berakhir sudah pelarian dukun cabul yang satu ini. ARF, dukun cabul asal Grujukan Bondowoso itu dibekuk tim gabungan Polres Situbondo dan Polres Bondowoso di tempat persembunyiannya.

Dukun cabul berusia 40 tahun itu sempat menghilang, sejak dilaporkan memperkosa pasiennya berinisial A (30), yang juga warga Bondowoso ke Mapolres Situbondo. Sekitar 10 hari kabur, dukun cabul itu sempat bersembunyi di Probolinggo dan Lumajang.

Tim Resmob gabungan yang memang sedang memburunya, mengendus keberadaannya saat kembali ke Bondowoso dan bersembunyi di rumah ibu tirinya di daerah Maesan Bondowoso. Anehnya, untuk menghilangkan jejak, dukun cabul itu nekat menyiram wajahnya menggunakan air panas hingga melepuh. Ia nekat menyiram wajahnya dengan air panas agar tak dikenali polisi yang mengejarnya.

Menurut Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi, keberhasilan menangkap tersangka berkat kerjasama dengan Polres Bondowoso. Saat ini, penyidik masih mengembangkan penyidikan, untuk memastikan kemungkinan masih adanya korban lain praktek dukun cabul tersebut.

BACA JUGA :  KPU Situbondo Tetapkan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Hari Ini

“Saat tersangka ditangkap tanpa perlawanan dan sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif,” ujarnya, Kamis, 06 Agustus 2020.

Seperti diberitakan sebelumnya, praktek dukun cabul ini bermula saat ia meminta pasiennya datang ke hotel di kawasan pasir putih 21 Juli lalu.  Pasien wanita itu datang tidak sendirian melainkan diantar suaminya. Sang dukun meminta pasiennya masuk ke dalam kamar hotel yang dipesannya, sementara sang suami disuruh menunggu di kamar sebelah.

Dengan modus bisa mengobati penyakit asam lambung dengan media telur, dukun cabul itu meminta pasiennya buka baju kemudian memasukan telur ayam ke dalam kemaluannya. Tidak hanya itu, dukun cabul itu juga memaksa korbannya berhubungan badan. Dalam pemeriksaan juga terungkap, dukun cabul tersebut tak hanya memperkosa pasiennya, melainkan meminta uang jasa medis Rp.300 ribu. Uang tersebut dibayar pasien keesokan harinya diantar ke rumahnya.

“Untuk mempertangung jawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 285 KUHP subsider Pasal 290 KUHP, tentang pemerkosaan dan tindakan cabul, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara”,  kata Kapolres.