Terjadi Transmisi di Situbondo, Penularan Corona Sudah Sulit Diketahui Klasternya

0
Bhasafm
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Penyebaran Covid-19 di Situbondo kian tak terbendung, karena sudah terjadi transmisi lokal. Para pasien yang terkonfirmasi  positif Covid sulit diketahui klaster dari mana tertularnya.

Tak hanya itu, akibat transmisi penyebaran Covid ini membuat Satgas kesulitan melacak kontak erat pasien. Upaya Pemkab melakukan tes Swab massal juga tak berjalan mulus lantaran masyarakat sangat resisten untuk di Swab.

Menurut Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, sudah lima bulan terakhir ini terjadi transmisi penularan Covid di Situbondo. Selain kesulitan melacak klasternya, upaya tracing atau pelacakan kerapkali terputus, karena tidak diketahui lagi pasien melakukan kontak erat dengan siapa saja.

 “Kita agak sulit melakukan Swab massal karena resistensinya sangat tinggi,” kata Bupati Situbondo, ditemui usai rapat Paripurna di Kantor DPRD Situbondo, Rabu 18 November 2020.

BACA JUGA :  Sekda Syaifullah dan 32 ASN Pemkab Situbondo Tes Swab

Dadang menambahkan,  melakukan Swab massal juga tak bisa dilakukan sembarangan karena menyangkut efisiensi anggaran. Saat ini, Satgas baru memberlakukan Swab massal saat melakukan tracing terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid baik kontak erat di rumah maupun di tempat kerja.

“Semalam kami dari pemerintah bersama Kodim dan Polres Situbondo telah membahas langkah-langkah untuk mematangkan Swab massal ini agar efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” sambung Bupati dua priode ini.

Dadang mengaku, potensi penularan Covid di Situbondo masih cukup tinggi. Terjadinya transmisi menyebabkan Satgas kesulitan melacak kontak erat pasien. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan Corona, masyarakat dihimbau mematuhi protokol kesehatan termasuk menghindari terjadinya kerumunan.

“Kami himbau masyarakat patuhi protokol kesehatan tentang 3M yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak” ujarnya.