Turun ke Situbondo, Komisi E DPRD Jatim Pertanyakan Lambannya Penyaluran Bantuan Covid-19

0
Bhasafm
Monitoring-Rombongan Komisi E DPRD Jatim saat memantau penyaluran bantuan di Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Komisi E DPRD Jawa Timur memonitor penanganan Covid-19 di Situbondo. Komisi E bersama Dinas Sosial Provinsi juga memantau penyaluran bantuan jaring pengaman sosial terdampak Covid.

Komisi E mempertanyakan lambannya penyaluran bantuan jaring pengaman sosial Pemkab Situbondo bagi warga miskin terdampak Covid-19. Komisi E mendesak Pemkab segera menyalurkan bantuan mengingat saat ini masyarakat sangat membutuhkan.

Menurut anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Zeiniye, Pemkab Situbondo masih terkendala menyingkronkan data kelompok penerima manfaat,  agar tak terjadi tumpang tindih penyaluran bantuan bagi warga miskin.

“Komisi E tetap meminta Pemkab bergerak cepat menyingkronkan data agar penyaluran bantuan bisa secepatnya dilakukan,” katanya ditemui usai monitoring penanganan Covid di Kantor Pemkab Situbondo, Jum’at, 26 Juni 2020.

Zeiniye menambahkan, mengingat banyaknya penyaluran bantuan, Komisi E meminta agar penerima bantuan di semua tingkatan di publikasi. Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses sekaligus mengontrol jika ada tumpang tindih bantuan.

BACA JUGA :  43 Petugas Rutan Situbondo Menjalani Rapid Test

“Kami juga akan memantau penyaluran di lapangan, mengingat  saat ini banyak bantuan bagi warga miskin baik bantuan reguler maupun berupa bantuan dampak pandemi Corona dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Pemkab maupun BLT Desa,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Zeiniye,  Komisi E DPRD Jawa Timur mendukung langkah Pemkab Situbondo meminjam mobil PCR untuk mempercepat penanganan Covid-19, karena kabupaten Situbondo masuk kategori resiko tingggi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

Zeiniye mengaku, keberadaan mobil PCR akan mempercepat  penanganan Covid, karena menunggu hasil Swab cukup lama, padahal Situbondo berada di urutan kelima Kabupaten beresiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Kami di Komisi E akan memback up kebutuhan mobil PCR ini,” kata politisi yang juga Ketua DPC PPP Situbondo.