Warga di 53 Desa Terancam Belum Bisa Terima BLT Desa, Apa Pemicunya??

0
Bhasafm
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat menyalurkan BLT Desa di Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran beberapa waktu lalu (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Warga miskin terdampak virus Corona di 53 Desa tampanya harus bersabar, menunggu pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.  Pasalnya, mereka diperkirakan belum bisa menerima BLT Desa sebesar 600 ribu sebelum lebaran, mengingat lambannya proses pendataan oleh pemerintah desa.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Lutfi Joko Prihatin, hingga kini baru 73 desa mulai menyalurkan BLT Desa yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Lutfi mengaku, sebanyak 73 desa sudah menetapkan jumlah penerima melalui Musdes atau Musyawarah Desa, mengingat persyaratan pencairan BLT Desa harus melalui Musdes terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Pasien Covid Meninggal Jadi 42 orang, Terbanyak di Kecamatan Panji dan Situbondo

Lutfi menjelaskan, masalah pendataan penerima bantuan memang menjadi penyebab utama. Sebanyak 59 desa itu belum bisa mencairkan BLT Desa karena belum melakukan Musdes.        

Menurutnya, pendataan di lapangan memang agak rumit, karena pemerintah desa harus memetakan penerima BLT Desa  agar tak tumpang tindih. Penerima BLT Desa  harus bukan penerima bantuan program pemerintah lainnya, seperti PKH, BPNT, Kartu Prakerja, serta Bantuan Sosial Tunai (BST) kementerian Sosial.