Batal Berangkat ke Mekkah, Belasan Calon Haji Situbondo Tarik Uang Pelunasan

0
Ilustrasi

Situbondo- Kementerian Agama Situbondo mencatat ada belasan Jamaah Calon Haji (JCH) di Situbondo menarik uang pelunasan haji, karena tak ada kepastian kapan mereka akan berangkat ke tanah suci Makkah.

Ada 14 calon haji sudah menarik uang pelunasan haji. Mereka sudah melunasi uang ongkos naik haji tahun 2020 lalu dan saat itu juga batal berangkat. Meski demikian, belasan calon haji itu tetap punya porsi haji karena hanya menarik  uang pelunasan.

Menurut Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Adi Ariyanto, ada dua jenis ongkos naik haji yaitu uang setoran awal untuk mendapatkan porsi haji dan uang pelunasan. Sebanyak 14 calon haji itu menarik uang pelunasan bukan uang setoran awal.

“Sebanyak 14 calon haji itu menarik uang pelunasan setelah gagal berangkat 2020 lalu. Untuk 2021 ini belum ada calon haji menarik uang ongkos haji. Besaran uang pelunasan yang ditarik Rp 10 hingga Rp 15 juta,” katanya, Jumat, 4 Juni 2021.

Menurut Adi Ariyanto, ada konsekuensi bagi calon haji yang menarik uang pelunasan. Kalau sewaktu-waktu ada panggilan pemberangkatan, mereka harus membayar pelunasan kembali dengan jumlah yang baru, karena bisa jadi uang pelunasan haji nantinya akan naik.

BACA JUGA :  Berkunjung ke Situbondo, KASN Ingatkan ASN Harus Mendukung Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati

“Untuk calon yang tak menarik uang pelunasan, mereka tinggal berangkat kalau ada panggilan pemberangkatan tanpa harus menambah uang pelunasan kalau ada kenaikan ongkos haji,” terangnya

Adi Ariyanto mengatakan, pada prinsipnya kementerian agama Situbondo tak akan menghalangi calon haji yang akan menarik uang ongkos haji. Hanya saja calon haji akan disarankan agar tak menarik uang setoran awal. Sebab, kalau mereka menarik uang setoran awal, otomatis harus mendaftar dari awal lagi dan harus antri untuk mendapatkan porsi haji.

“Tentu kami akan menjelaskan dengan detail berbagai konsekuensinya. Kalau uang setoran awal ditarik, otomatis harus daftar dari awal lagi dan harus menunggu antrian lagi,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 630 Jamaah Calon Haji asal Situbondo batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Daftar calon haji tersebut merupakan calon haji 2020 yang saat itu juga batal berangkat karena pandemi.

Reporter: Zaini Zain