Harga Jual Mahal, Tapi Tak Banyak Warga Situbondo Jadi Peternak Hewan Kerbau

0
bhasafm
Toyo, salah seorang peternak kerbau memegang ternak kerbau miliknya saat dianggon di ladang (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Tidak banyak warga Situbondo jadi beternak kerbau. Bisa dibilang jumlah peternak kerbau cukup langka, meski harga jualnya di pasaran cukup mahal. Akibatnya, populasi ternak kerbau masih sangat kecil dibandingkan hewan ternak sapi maupun kambing. Saat ini, hanya tercatat ada 246 hewan kerbau di Situbondo.

Salah satu peternak kerbau adalah Toyo, (52), warga Dusun Bataan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Toyo sudah bertahun-tahun memilih jadi peternak kerbau, karena selain lebih mudah perawatannya, harga jualnya cukup mahal.

Menurut Toyo, untuk kerbau miliknya yang paling besar sudah ditawar seharga 25 juta. Ia pernah menjual kerbau seharga 27 juta. Toyo mengakui kalau tidak semua daerah cocok memelihara kerbau, karena hewan ternak kerbau tak kuat panas.

“Dulu kerbau saya pernah juara dan laku terjual seharga Rp. 27 juta. Awal saya memelihara kerbau membeli di luar kota,” katanya, ditemui saat menjaga kerbau miliknya, Minggu, 4 April 2021

Toyo menambahkan, di Situbondo memang tidak banyak warga beternak kerbau. Dirinya pertama kali membeli kerbau dari Banyuwangi. Saat ini, Toyo memiliki enam  hewan ternak kerbau dan setiap hari selalu di anggon di sawah.

BACA JUGA :  Penganiayaan Berdarah, Pelaku Bacok Korban Saat Tidur-Tiduran di Balai Bambu

“Kalau siang-siang kerbau harus mandi di genangan air karena tak kuat panas. Mungkin alasan itu yang menyebabkan tidak semua warga menyukai untuk memeliharanya,” terangnya

Meski tak kuat panas, kerbau memiliki kelebihan tenaga badak. Selain bisa digunakan membajak sawah, kerbau juga bisa  menarik enam lori tebu sekaligus. Padahal satu lori bisa mengangkut 8 hingga 12 ton tebu.

“Kalau ada truk tebu terperosok saya sering diundang untuk narik pakai kerbau. Pernah juga kerbau saya dipakai narik lokomotif lori tebu yang mogok di rel,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemkab Situbondo, Muhammad Hasanudin Riwansa, mengatakan, populasi ternak kerbau memang sangat kecil, hanya ada 246 ekor tersebar di empat Kecamatan. Untuk sentra  ternak kerbau ada di tiga Kecamatan yaitu Mangaran, Kendit dan Panarukan.

“Data kami di Kecamatan Kendit itu ada 101 ekor kerbau,  Panarukan 73 ekor dan Mangaran 60 ekor. Ada juga di Kecamatan Besuki tapi hanya sekitar 10 ekor,” kata Kepala Dinas yang akrab dipanggil Udin itu.

Reporter: Zaini Zain