Menteri PPN Suharso Monoarfa Puji Pesantren Sukorejo

0
bhasafm
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa saat berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa, mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo. Kehadirian Ketua Umum DPP PPP itu disambut pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Minggu sore kemarin.

Sebelum bersilaturrahim dengan pengurus pesantren dan para santri, Suharso Monoarfa bersama rombongan Kementerian PPN terlebih dahulu nyekar ke makam Pahlawan Nasional KH. R. As’ad Syamsul Arifin.

Suharso Monoarfa mengaku memuji Pesantren yang memiliki belasan ribu santri,  karena memiliki lembaga pendidikan lengkap sampai universitas. Kedepan, pendidikan pesantren harus terus dikembangkan, agar alumni pondok pesantren terus mengembangkan kiprahnya untuk agama dan bangsa.

“Para santri tidak boleh tertinggal tapi tidak boleh terkecoh. Khazanah pendidikan pesantren harus terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman,” terangnya

BACA JUGA :  PMI Gelar Donor Darah Massal Sehabis Buka Puasa

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren  Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy, meminta Menteri Suharso Monoarfa ikut menjaga kearifan lokal pondok pesantren. Adanya regulasi tentang pesantren, jangan sampai membatasi ruang gerak pesantren, karena pondok pesantren yang sudah lahir sebelum Indonesia merdeka, tidak boleh kehilangan ciri khasnya.

Kiai Azaim juga menyampaikan, bahwa di masa pandemi Covid-19, sistem pendidikan di pesantren menjadi role model pembelajaran tatap muka yang aman, disaat lembaga pendidikan di luar pesantren menerapkan sistem pembelajaran daring. Oleh karena itu, pesantren menjadi rujukan pola pendidikan bagi masyarakat.

“Terima kasih pak Menteri memenuhi janjinya berkunjung ke pesantren Sukorejo. Kami bertemu beliau di kediaman alm. KH. Maimoen Zeubeir sebelum beliau jadi Menteri,” katanya.

Reporter: Zaini Zain