Berkas Pengajuan Lelang Elektronik Tak Lengkap, Wabup Minta Langsung Dicoret

0
218
BhasaFM
Wabup Yoyok Mulyadi menyampaikan materi pelatihan pengadaan barang dan jasa (foto: Zaini Zain)

Situbondo– Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, meminta kontrakor bersaing secara sehat mengikuti lelang proyek. Pernyataan ini diungkapkan Wabup saat membuka bimbingan teknis  peningkatan kapasitas pelaku pengadaan.

Selain para kontraktor, Pemkab Situbondo memberikan bimbinan teknis kepada seluruh Kepala Dinas. Saat ini seluruh pengadaan barang dan jasa menggunakan system elektronik.

Menurut Wakil Bupati Yoyok Mulyadi, semua pengadaan barang dan jasa menggunakan syetem elektronik, seseuai Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah.

Wabup menegaskan, melalui pengadaan secara  elektronik proses lelang akan lebih transaparan. Oleh karena itu, para rekanan agar bisa bersaing secara sehat, karena pemenang lelang hanya bagi yang memenuhi persyaratan.

BACA JUGA :  Jawa Timur Bangkit, Khofifah Ajak Seluruh Kepala Daerah Bermental Pantang Menyerah

Yoyok Mulyadi menambahkan, tugas Pemerintah hanya memberikan pemahaman secara utuh terkait lelang proyek elektronik. Wabup meminta para rekanan bertanya kalau tidak paham, karena begitu mengupload berkas lelang akan langsung dicoret jika tak memenuhi syarat.

Sementara itu, petugas Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) LKPP RI, Agus Yusuf Arianto, menyarankan agar para rekanan mendaftarkan perusahaannya ke LPSE untuk mendapatkan akses tender.

Agus menjelaskan, penyerahan dokumen pengadaan dilakukan secara elektronik.  Penilaian tidak hanya dari segi kapasitas perusahaan saja, melaikan juga melihat  pejabat pembuat komitmen.

Agus mengatakan, jika selama ini perusahaan penyedia barang dan jasa sering membuat kesalahan maupun kecurangan saat mengerjakan proyek, maka perusahaan bisa langsung di blacklist atau dilakukan putus kontrak.