Berkunjung ke Taman Nasional Baluran, Kementerian LHK Kaji Pengembangan Wisatawan Merak – Baluran

0
113
bhasafm
Bupati Situbondo Karna Suwandi (pakai odheng jengger) saat menerima kunjungan Dirjen Konservasi SDAE dan Komisi IV DPR RI di taman nasional baluran ( foto : Zaini Zain )

Situbondo-Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Baluran. Kunjungan kerja bersama Komisi IV DPR RI itu sekaligus untuk mengkaji rencana pengembangan wisata Merak-Baluran yang dicanangkan Pemkab Situbondo.

Komisi IV DPR RI dan Dirjen KSDAE juga melihat padang savana Africa Van Java serta tempat penangkaran burung merak dan banteng baluran.  Mereka juga melepas puluhan tukik atau anak penyu ke laut pantai Bama.

Menurut Dirjen KSDAE, Wiratno, kedatangan dirinya bersama Komisi IV DPR RI  ke taman nasional baluran dalam rangka mengkaji pengembangan wisata Merak-Baluran.  Jangan sampai pengembangan wisata itu akan merusak keindahan savana di taman nasional baluran.

BACA JUGA :  PMI Tegaskan Stok Darah Aman Selama Pandemi Covid-19

“Rencana membuka akses pengembangan destinasi wisata pantai Merak di kawasan Taman Nasional Baluran masih perlu kajian dan diskusi, terutama mengenai dampak dari pengembangan wisata alam yang diusulkan Pemkab Situbondo,” katanya, ditemui di taman nasional baluran, Kamis, 25 Maret 2021.

Wiratno menambahkan, pengelolaan wisata alam bisa dikerjasamakan dengan pemkab Situbondo, mulai dari perizinan jasa dan sarana serta koperasi hingga BUMD. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya rencana pengembangan wisata. Tak kalah pentingnya manfaat pengembangan wisata harus dirasakan masyarakat setempat.

“Untuk pembangunan infrastruktur kami masih akan berkunjung ke padukuhan Merak di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Semuanya masih kita kaji secara detail untuk penyusunan PKS (Perjanjian Kerjasama),” ujarnya.

Reporter : Zaini Zain